SHARE

Yuk Kenalan dengan Jenis-Jenis Wine, Biar Nggak Salah Pesan!

Briantama Afiq Ashari
jenis jenis wine

Pernah nggak kamu lagi duduk di restoran yang suasananya classy, terus kamu lihat daftar minuman, dan ketemu banyak pilihan jenis-jenis wine. 

Nah, kadang, hal tersebut malah bikin kamu bingung. 

Memang, menu wine terlihat rumit, padahal gampang kalau kamu paham sedikit alurnya. 

Banyak orang pesan hanya karena melihat orang lain pesan. Jadi, faktanya, setiap wine punya karakter, aroma, dan rasa yang beda. 

Nah, kalau kamu paham jenis-jenis wine dari awal, experience-nya jadi lebih kena, deh. 

Kalau tahu karakternya, kamu bisa pilih yang paling cocok buat suasana kamu, yuk kita simak jenis-jenis wine ini.

Kenapa Penting Tahu Jenis-Jenis Wine?

Kamu mungkin mikir, “Emang sepenting itu?”.

Jawabannya, iya, lumayan penting. Apalagi kalau kamu suka nongkrong di restoran dengan ambience cosy atau kamu suka fine dining. 

Nah, dengan paham jenis-jenis wine, kamu jadi lebih percaya diri waktu pesan. 

Kamu nggak cuma ikut-ikut pesanan meja sebelah, karena punya preferensi sendiri.

Selain itu, paham jenis wine terkenal bisa bikin kamu kelihatan punya taste. Bukan sok-sokan ya, tapi lebih ke kamu paham apa yang kamu konsumsi. 

Seperti orang yang paham kopi, latte beda dengan cappuccino, walaupun sama-sama kopi. 

Sama juga dengan wine, ada jenis wine terkenal yang sering muncul di menu. Lalu, ada juga yang jarang, tapi punya karakter unik. 

Pengetahuan ini bikin obrolan kamu makin seru kalau lagi makan bareng teman.

Baca Juga: 20 Franchise Kuliner Terbaik di Indonesia 2025 yang Terbukti Laris dan Menguntungkan!

Mulai dari Anggur Putih Dulu, Yuk

Sekarang kita mulai dari yang paling ramah buat pemula, yaitu anggur putih. 

Anggur ini punya karakter rasa yang cenderung lebih ringan. Banyak orang yang baru kenal wine biasanya start dari sini.

Mengapa? Karena rasanya sering fruity, segar, dan halus. Pas untuk suasana santai. 

Dalam kategori jenis-jenis wine, anggur putih sering dipilih karena gampang di-approach. 

Kalau kamu suka rasa segar kayak apel, pear, citrus, atau bunga-bungaan halus, kemungkinan kamu akan suka white wine. 

Ada juga beberapa jenis wine yang manis dalam kelompok ini. 

Jadi, kalau kamu lebih nyaman sama rasa sweet, white wine sering jadi pilihan yang tepat. White wine juga enak disajikan dingin. 

Cocok buat suasana lounge, rooftop sunset, atau dinner santai.

Anggur Merah dan Kadar Alkoholnya

Anggur Merah dan Kadar Alkoholnya

Sumber: Istockphoto

Waktu masuk ke anggur merah, suasananya sedikit berubah. Anggur merah punya karakter yang lebih bold. 

Banyak orang suka karena rasanya lebih terasa. Namun, buat sebagian orang, anggur merah terasa “berani”.

Di sini kamu juga mulai ketemu pembahasan soal kadar alkohol anggur merah. Biasanya kadar alkoholnya sedikit lebih tinggi dibanding white wine. 

Namun, jangan keburu takut, karena kadar alkohol anggur merah juga dipengaruhi cara fermentasi dan jenis anggur yang dipakai.

Anggur merah ini cocok buat momen makan malam. Cocok juga dipadukan dengan steak, pasta rich sauce, atau sajian daging lain. 

Kalau kamu suka suasana yang lebih tenang dan hangat, red wine biasanya pas.

Baca Juga: Pasti Ampuh! Ini 15 Cara Mengembangkan Usaha Kuliner

Jenis Wine Terkenal yang Sering Ada di Restoran

Kita sekarang masuk ke pembahasan inti soal jenis wine terkenal. Kamu akan sering ketemu nama-nama seperti:

  • Merlot
  • Cabernet Sauvignon
  • Pinot Noir
  • Chardonnay
  • Sauvignon Blanc

Semua nama ini termasuk ke dalam jenis wine terkenal yang sering muncul di banyak restoran. 

Kalau kamu hafal beberapa nama ini, kamu jadi lebih pede waktu lihat menu wine.

Nama-nama ini sebenarnya mewakili varietas anggur. Nah, itu berpengaruh pada rasa. 

Misalnya, Cabernet Sauvignon punya rasa yang lebih tegas, sedangkan Pinot Noir cenderung lembut. 

Chardonnay sering creamy dan halus. Sementara Sauvignon Blanc lebih segar dan crisp. 

Kenalan sama nama-nama dalam list jenis wine terkenal itu seperti kenalan sama teman baru. 

Lama-lama kamu tahu siapa yang cocok menemani kamu di momen tertentu.

Jenis Wine yang Manis

Jenis Wine yang Manis

Sumber: Istockphoto

Kalau kamu tipe orang yang suka sentuhan sweet, kamu wajib tahu jenis wine yang manis. 

Banyak pemula yang merasa lebih nyaman mulai dari rasa manis, karena lebih friendly di lidah.

Contoh jenis wine manis biasanya berasal dari teknik fermentasi yang menyisakan gula alami buah. 

Rasanya smooth, lembut, dan menyenangkan. Ada aroma madu, buah matang, atau bunga tropis.

Kamu mungkin pernah dengar Moscato atau Riesling. Dua nama ini sering masuk kategori jenis wine yang manis yang populer untuk pemula. 

Cocok buat dessert moment atau buat suasana yang santai dan ceria.

Jenis Red Wine yang Manis Juga Ada, Loh

Banyak yang mikir kalau red wine selalu bold atau kering. Padahal, ada juga jenis red wine yang manis. 

Rasa manis pada red wine tempatnya lebih hangat, lembut, dan kadang punya aroma berry yang dalam.

Contoh jenis red wine yang manis bisa kamu temukan dalam beberapa varian Lambrusco atau Port Wine. 

Karakternya smooth, gampang diminum, dan bikin suasana jadi lebih intimate.

Jadi kalau kamu selama ini takut red wine karena pikirannya terlalu kuat, kamu bisa coba jenis red wine yang manis dulu sebelum beralih ke yang dry.

Preferensi Masing-Masing

Setelah kamu tahu jenis-jenis wine, kamu akan lebih mudah menentukan mana yang paling cocok buat kamu. 

Kalau kamu suka minuman segar, kamu mungkin cocok sama white wine. 

Kalau suka suasana warm, kamu akan suka red wine. Kalau kamu suka manis, kamu bisa explore jenis wine yang manis atau bahkan jenis red wine. 

Yang penting adalah kamu coba perlahan sampai kamu tahu rasa yang cocok sama mood kamu.

FAQ Seputar Jenis-Jenis Wine

1. Kenapa wine punya banyak jenis?

Karena wine dibuat dari jenis anggur yang berbeda, teknik fermentasi yang beragam, dan daerah asal yang mempengaruhi rasa. 

Itulah kenapa wine bisa punya aroma, warna, dan karakter rasa yang unik satu sama lain.

2. Apa perbedaan red wine dan white wine?

Red wine dibuat dari anggur berkulit merah dan difermentasi bersama kulitnya, sehingga warnanya pekat dan rasanya lebih bold. 

White wine dibuat dari anggur hijau atau kuning, biasanya tanpa kulit, sehingga warnanya lebih jernih dan rasanya lebih ringan.

3. Apakah wine hanya disajikan untuk fine dining?

Nggak juga, wine bisa dinikmati di berbagai suasana, baik santai maupun formal. 

Restoran, bar, maupun kafe juga sering menyediakan wine untuk menemani makanan tertentu.

4. Gimana cara memilih wine yang cocok untuk pemula?

Mulai dari wine dengan rasa ringan dan manis seperti Moscato atau Riesling. 

Setelah terbiasa, baru eksplor ke jenis yang lebih kompleks seperti Merlot, Pinot Noir, atau Cabernet Sauvignon.

Kesimpulan

Belajar jenis-jenis wine bukan soal terlihat elit yang penting kamu tahu rasa dan karakter yang kamu suka, supaya pengalaman makan jadi lebih nyaman dan percaya diri.

Kalau kamu punya bisnis kuliner, terutama yang menyediakan wine, operasional yang rapi adalah kunci. 

Mulai dari pemesanan, stok, pembayaran, hingga pelayanan pelanggan harus berjalan efisien.

ESB Order membantu restoran bekerja lebih cepat dengan pemesanan online yang terintegrasi dengan pembayaran digital, voucher, dan program membership. Proses pesanan pun bisa hingga 40% lebih cepat dibandingkan cara manual.

Hubungi Tim ESB sekarang untuk konsultasi gratis dan demo langsung.

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya