SHARE

Tips Bisnis Kuliner di Usia Muda

Seperti yang bisa kita ketahui, bisnis kuliner merupakan jenis usaha yang tidak akan pernah mati dan redup dari waktu ke waktu. Alasannya tentu karena makan adalah kebutuhan primer semua orang.

Hal itulah yang menjadi api semangat para pelaku bisnis. Tak hanya orang tua, bisnis kuliner pun kini banyak dijalankan oleh pebisnis muda dan setiap tahunnya pasti bermunculan pebisnis baru.

Persaingan ketat ini memaksa pebisnis untuk terus berinovasi dan berevolusi hingga menjadi yang terbaik. Maka tak heran jika bisnis kuliner selalu berkembang, baik dari sisi pelayanan, hingga menu yang disajikan.

Untuk itu bagi para pemula, khususnya yang masih berusia muda, harus memperhatikan setiap detail sebelum memulai perjalanan bisnis kulinernya. Tentunya, agar bisa lebih siap dalam menghadapi persaingan bisnis. 

Lalu apa saja yang harus diperhatikan sebelum membuka sebuah bisnis kuliner?

Berikut tips yang bisa diterapkan oleh pemula yang masih di usia muda

1. Business Plan

Sebelum berfokus pada produk kuliner itu sendiri, rencana bisnis harus dipersiapkan dengan matang. Langkah kongkret yang harus diputuskan seperti branding, target pasar, identitas brand, jenis produk kuliner, hingga sistem operasional. 

Business plan inilah yang nantinya bisa dijadikan sebagai pedoman langkah awal dalam menjalankan bisnis.

2. Ide & Keunikan Produk

Sengitnya persaingan bisnis kuliner mengharuskan pebisnis untuk menonjolkan keunikan produknya.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengidentifikasi keunikan dan spesialisasi (Unique Selling Points/USP) dari produk yang akan dijual. Sisi keunikannya pun bermacam-macam seperti rasa, harga, porsi, dll.

3. Target Pelanggan

Langkah selanjutnya yag tak kalah penting adalah menentukan target pelanggan. Pebisnis dapat mengidentifikasi calon pelanggan berdasarkan demografi, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, pekerjaan, latar belakang (etnis/agama), dll.

4. Riset Kompetitor

Bersainglah secara sehat dengan puluhan ataupun ratusan pebisnis kuliner di luar sana dengan melakukan riset.

Sebelum membuka sebuah bisnis, ada baiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kompetitor, agar bisnis yang dijalankan nanti akan lebih baik dari mereka. Sementara itu celah yang tepat agar dapat bersaing adalah dengan mengetahui harga, rasa, hingga cara pengemasan.

5. Lokasi Bisnis

Menentukan lokasi bisnis tidak bisa sembarangan. Pebisnis bisa memilih lokasi yang strategis sehingga lebih mudah dikenal masyarakat.

Selain itu, jika ingin menjual produk secara langsung, sebaiknya sediakan juga tempat makan serta sediakan tempat parkir bagi pelanggan. Namun jika lebih memilih bisnis rumahan, sebaiknya sediakan toko atau gudang untuk menyimpan stok bahan & produk jadi.

6. Cari Supplier/Vendor

Saat menjalankan bisnis kuliner, para pelaku bisnis pasti akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk vendor peralatan dapur & toko serta supplier bahan makanan.

Di sini lah pebisnis harus sangat teliti untuk memilih supplier dan vendor yang bisa menyediakan produk terbaik dengan harga yang bersaing.

Namun sebaiknya jangan bergantung pada 1 vendor dan supplier saja, sehingga produksi tidak terhenti saat pemasok tidak bisa menyediakan permintaan.

7. Rencana Keuangan

Langkah krusial berikutnya adalah menyusun dan menentukan anggaran yang dibutuhkan, yang di dalamnya termasuk sumber dana pembelian bahan baku, operasional, hingga perencanaan dana jangka pendek dan panjang.

8. Strategi Promosi

Salah satu strategi promosi paling sederhana dan terbukti ampuh adalah promosi dari mulut ke mulut. Namun tentunya, pebisnis harus bisa mendatangkan para pelanggan dan membuat mereka mencicipi menu yag disajikan. Jika mereka puas, bukan tidak mungkin mereka akan kembali lagi dan merekomendasikan produk ke orang lain.

Selain promosi offline seperti di atas, pebisnis juga bisa memaksimalkan media sosial maupun website. Di sini pebisnis harus pandai dalam mempraktikkan social media marketing. Mulai dari merencanakan konten promosi, hingga membagikannya di sosial media.

9. Buat SOP & Rekrut Karyawan

Langkah berikutnya adalah membuat serangkaian aturan & prosedur agar semua tim dalam bisnis dapat menjalankan tugas dengan baik, konsisten, dan sesuai standar. Ini akan berpengaruh besar terhadap bisnis baik dari sisi kualitas makanan maupun pelayanan.

Setelah Standard Operating Procedure (SOP) dimiliki, pebisnis bisa meningkatkan produktivitas bisnis dengan merekrut karyawan. Tentunya, pebisnis harus memilih kandidat yang bisa bekerjasama & mampu menjalankan SOP dengan baik.

10. Monitor Kualitas Produk & Pelayanan

Setelah bisnis berjalan, pebisnis perlu melakukan kontrol serta monitoring terhadap bisnis secara rutin. Aspek yang perlu diperhatikan sepeti bahan baku, peralatan, proses pembuatan hingga ke penyajian dan pengiriman ke pelanggan. Jadi, pastikan produk makanan atau minuman yang disajikan memiliki kualitas tinggi.

11. Selalu Scale Up Ilmu Bisnis

Tips terakhir adalah untuk selalu scale up atau tingkatkan ilmu bisnismu agar kamu bisa menghadapi tantangan bisnis dengan langkah yang tepat.

Selain dengan membaca, menonton, dan bertukar pikiran dengan sesama pebisnis, kamu juga bisa scale up dengan mengikuti webinar maupun seminar.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa diterapkan oleh pebisnis pemula di usia muda. Yang perlu diingat adalah lakukan semua langkah dengan teliti dan presisi sehingga bisnis nantinya bisa berjalan dengan lancar, dan pelanggan pun bisa merasa puas saat menikmati produk yang disajikan.

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya