SHARE

Inovasi Bisnis Biar Usaha Makin Cuan

Beberapa tahun belakangan, menjadi seorang wirausaha atau pebisnis memang menjadi pilihan banyak kaum milenial. Hasil survei dari IDN Times (2019) menunjukkan bahwa 69,1% milenial memiliki aspirasi ingin menjadi pengusaha. 

Salah satu pengusaha inspiratif yang paling disukai oleh 43,7% responden milenial (IDN Times, 2019) ialah Sandiaga Uno, pengusaha sekaligus pejabat terkaya yang sukses membangun usahanya walau pernah menjadi korban PHK.

Bagi Sandiaga Uno kunci kesuksesan usahanya karena 3 faktor, salah satunya ialah inovasi bisnis. Berbisnis dalam sektor apapun, termasuk industri kuliner, perlu berinovasi dalam berbagai hal baik itu inovasi pada manajemen maupun produk atau servis.

Sebuah bisnis memang dituntut untuk selalu berinovasi. Pentingnya inovasi dalam bisnis kuliner ialah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menambah tipe produk baru yang akan diminati pelanggan, serta memberikan kenyamanan pada pelanggan saat memesan, menyantap, ataupun setelah selesai melakukan pesanan.

Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan bila Kamu selaku pemilik bisnis kuliner ingin melakukan inovasi bisnis. Simak dan terapkan inovasi bisnis ini biar restoran atau usaha kulinermu semakin berkembang.

1. Up-to-date dengan perkembangan terkini

Up-to-date dengan perkembangan terkini

Sumber: Unsplash / Mostafa Meraji

Hal pertama yang bisa Kamu lakukan untuk berinovasi adalah mengikuti perkembangan zaman. Hal ini disebabkan perubahan tren makanan dan minuman begitu cepat berganti, terutama di era bebas akses informasi. Hal ini membuat preferensi konsumen juga turut berubah-ubah. 

Banyak perusahaan yang akhirnya bangkrut karena tidak mau mengikuti tren yang terjadi saat ini, misalnya keruntuhan Nokia di tahun 2000-an. Sebelum kita mengenal smartphone, hampir semua orang menggunakan telepon genggam bermerek Nokia. 

Namun saat mengenal ponsel pintar yang memiliki layar sentuh dan terbilang harganya sebanding dengan benefit dan kebanggaan yang didapat, preferensi konsumen berubah lebih cepat. Sementara Nokia tidak tanggap melakukan inovasi bisnisnya dan akhirnya harus gigit jari karena ketertinggalannya.

2. Evaluasi Kerja Secara Reguler

Evaluasi Kerja Secara Reguler

Sumber: Unsplash / Krakenimages

Evaluasi kerja atau pengukuran kinerja sangat penting untuk dilakukan. Supaya Kamu sebagai pebisnis kuliner dapat mengukur seberapa jauh yang sudah dilakukan, hal-hal apa yang masih perlu ditingkatkan, dan apa saja kendala yang dihadapi. Sehingga dapat menemukan solusi yang tepat.

Solusi ini akan mengarahkan Kamu untuk melakukan inovasi bisnis. Apakah inovasi pada produk, operasional, manajemen, atau lainnya. Bila Kamu bisa melakukannya, maka akan ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Beberapa di antaranya seperti perbaikan sistem, menu favorit pelanggan, kepercayaan pelanggan, efisiensi operasional, dll.

3. Mengerti Motif Pelanggan

Mengerti Motif Pelanggan

Sumber: Unsplash / Brookecagle

Mencari pelanggan baru memang penting, tetapi mempertahankan pelanggan lama juga tidak kalah penting. Loyalitas pelanggan adalah hal yang sangat mahal harganya. Sebisa mungkin hindari kekecewaan pelanggan dan cari tahu apa motif mereka.

Kamu bisa mengetahui apa keinginan, kebutuhan, atau masalah pelanggan melalui pengumpulan aspirasi di media sosial atau channel lainnya. Buat QnA tentang apa yang mereka inginkan. Bila mayoritas pelanggan menginginkan hal tersebut, maka perusahaan bisa mempertimbangkannya sebagai masukan untuk inovasi bisnis.

4. Melihat dan Mendengar dari Sekitar

Melihat dan Mendengar dari Sekitar

Sumber: Unsplash / Kiwitam

Apakah mencari ide untuk inovasi bisnis harus dari tempat yang jauh? Jawabannya tentu tidak. Kamu hanya perlu melihat ke sekitar dan mendengarkan apa yang sedang orang lain bicarakan. Dari sana, Kamu bisa mendapatkan insight untuk ide inovasi bisnis yang mungkin cocok untuk usaha kulinermu.

Dengan melihat dan mendengar dari sekitar, Kamu bisa mendapatkan lebih banyak ide untuk inovasi bisnis di usaha kulinermu. Inovasi bisnis ini penting diciptakan untuk menyelesaikan masalah yang ada di restomu. Sehingga bisnis kulinermu bisa melakukan perubahan dan pembaruan. Dengan begitu, pelanggan lamamu akan dapat bertahan bahkan bisa jadi merekomendasikan restomu ke teman-temannya.

5. Berpikir Kreatif

Berpikir Kreatif

Sumber: Unsplash / Alicegrace

Kunci dari sebuah inovasi bisnis adalah berpikir kreatif. Ide kreatif bisa muncul kapan saja, di mana saja, dan dari mana saja. Ketika ide tersebut muncul, jangan sampai menyia-nyiakannya. Tuangkan ide kreatifmu apapun itu dalam bentuk catatan kecil di buku saku atau telepon pintarmu.

Setelah mencatat semua ide yang muncul, Kamu dapat melakukan seleksi ide berdasarkan prioritas, urgensi, tingkat dampak, dan kemungkinan nilai ekonomi yang diperlukan. Lakukan analisa untuk memilih ide terbaik untuk inovasi bisnis kulinermu.

Jangan lupa untuk melakukan analisa pasar dan competitor review untuk membandingkan inovasi bisnis yang Kamu lakukan agar tidak terlihat menjiplak ide kompetitor. Jika perlu, lakukan simulasi di restomu untuk melihat respon pelanggan dengan inovasi bisnis yang akan Kamu lakukan.

Kemudian, kumpulkan komentar, saran, dan respon dari pelangganmu dari simulasi yang Kamu lakukan tersebut. Lakukan perbaikan dan kembali ulangi simulasi atau lanjutkan dengan penerapan inovasi bisnis dengan lebih baik daripada simulasi sebelumnya.

Selalu lakukan inovasi bisnis di restomu agar usaha bisnismu bisa semakin berkembang dari waktu ke waktu. Libatkan semua tim untuk mengumpulkan lebih banyak ide kreatif dan mendapatkan insight apakah inovasi bisnis yang Kamu implementasikan benar-benar berdampak buat usaha kulinermu.

Itulah beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan ketika ingin melakukan inovasi bisnis. Sebisa mungkin terapkan inovasi bisnis yang paling mudah dilakukan dan memiliki dampak yang cukup besar untuk usaha kulinermu. Karena inovasi bisnis bisa dimulai bahkan dari ide yang kecil.

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya