SHARE

Transaksi Digital Aman, Lakukan 5 Tindakan Preventif Ini!

Transaksi digital di Indonesia terus meningkat. Penggunaan digital banking dalam 5 tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif hingga 158% (Databoks, 2023). Bila ditarik jangka panjang, transaksi digital diprediksi akan terus naik mencapai nilai Rp1.872 triliun pada 2027 (International Data Corporation Asia Pacific, 2023).. 

Namun begitu, kenaikan ini belum diimbangi dengan keamanan dalam bertransaksi digital. Lebih dari 115 ribu kasus penipuan jualan online dilaporkan ke Kementerian Kominfo sepanjang 2021 (CNN Indonesia, 2021). Hal ini menunjukkan bahwa keamanan transaksi digital menjadi suatu perhatian penting, bukan hanya untuk pelanggan tetapi juga para pebisnis.

Walau transaksi digital menawarkan kemudahan bertransaksi dibandingkan cara manual, kejahatan siber yang mungkin terjadi seperti kebocoran data, scam, pencurian uang digital, dll. perlu dicegah. Untuk itu, Kamu perlu perhatikan 5 hal penting berikut ini agar transaksi digital bisa lebih aman.

1. Jaga Kerahasiaan PIN

Sumber: Pixabay

Poin pertama yang harus dilakukan dalam menjamin keamanan transaksi digital adalah menjaga kerahasiaan PIN (Personal Identification Number) ATM atau dompet digitalmu. PIN bersifat personal dan rahasia. Semestinya Kamu tidak membagikannya kepada siapapun bahkan kepada orang terdekat sekalipun. 

Karena masih banyak kasus kejahatan online yang disebabkan oleh kelalaian dalam menjaga kerahasiaan PIN. Persentase terjadinya pembobolan PIN dompet digital oleh peretas ialah 36,6%, tertinggi dibandingkan dengan rekening bank, internet/mobile banking, dan ATM (Databoks, 2021). 

Untuk menjaga keamanan, PIN sebaiknya diganti secara berkala. Hal ini dilakukan untuk menghindari kebocoran data. Dengan demikian Kamu dapat melakukan transaksi digital dengan lebih aman.

2. Jangan Sembarangan Beri OTP

Sumber: Pixabay

One Time Password (OTP) berfungsi sebagai sistem keamanan ganda untuk memastikan transaksi digital yang Kamu lakukan aman. Banyak layanan digital yang menerapkan pemberlakuan kode OTP ini. Biasanya kode OTP akan dikirimkan melalui SMS, email, WhatsApp, ataupun telepon.

Sama halnya seperti PIN, kode OTP pun sifatnya rahasia. Bahkan bank, customer service, teller, maupun pihak lain semestinya tidak akan meminta kode OTP dan Kamu tidak boleh memberikan kode OTP ini secara sembarangan. Hal ini penting sebagai langkah preventif agar transaksi digital yang kamu lakukan terjamin aman.

Jangan sampai menyesal karena kelalaian memberikan kode OTP ke sembarang orang. Jika kode OTP tersebar, kemungkinan besar aplikasi perbankan yang Kamu pakai bisa diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadi, tetap jaga kerahasiaan kode OTP yang Kamu terima.

3. Gunakan Rekening Bersama

Sumber: Freepik

Transaksi digital seringkali digunakan dalam proses pembayaran online. Agar memastikan transaksi aman dan terhindar dari penipuan, sebaiknya lakukan pembayaran melalui rekening bersama. Rekening bersama ini berfungsi sebagai penghubung antara pihak I dan pihak II yang menggunakan fasilitas penyimpanan dana dari pihak III untuk bertransaksi digital.

Saat ini sudah ada banyak marketplace yang menyediakan fitur layanan rekening bersama. Di mana pembeli menyetorkan dana pada rekening bersama tapi dana tersebut tidak diproses secara langsung oleh pihak III, hingga penjual mengirimkan barang ke pembeli.

Bila barang yang dikirimkan mendapat respon dari pembeli, maka dana dapat dicairkan pada hari yang sama. Namun, bila tidak mendapatkan respon dari pembeli, pencairan dana tertunda dalam beberapa hari menyusul keputusan pembeli atau menurut kesepakatan antara kedua belah pihak.

Penggunaan rekening bersama seperti ini dapat menjamin sekuritas dalam transaksi digital, sehingga pihak pembeli maupun penjual merasa lebih aman dan nyaman tanpa takut terjadinya penipuan atau kecurangan.

4. Pantau Notifikasi Transaksi

Sumber: Freepik

Umumnya, transaksi digital ditunjang dengan layanan pengiriman notifikasi ke gawai yang Kamu gunakan. Sebaiknya pastikan dengan lebih teliti bila notifikasi yang masuk adalah benar dari transaksi tersebut. Selain itu, pastikan bila nominalnya sudah sesuai dengan yang semestinya. Serta, kebenaran bahwa Kamu memang melakukan transaksi tersebut.

Bila mendapatkan notifikasi dari transaksi digital yang tidak pernah Kamu lakukan, segera hubungi pihak penyedia layanan. Kamu dapat meminta untuk melakukan pelacakan transaksi tersebut. Selain itu, Kamu dapat membekukan rekening bila transaksi tersebut menarik dana dari rekening milikmu.

5. Jangan Gunakan Jaringan Publik

Sumber: Freepik

Saat Kamu melakukan transaksi digital, sebaiknya gunakan jaringan WiFi pribadi dan hindari jaringan publik terutama ketika Kamu berada di area cafe, restoran, atau tempat umum lainnya. Karena melalui jaringan publik ini, data yang terkoneksi dapat diretas dengan mudah sehingga risiko terjadinya pembobolan data pribadi meningkat.

Saat membuka link tertentu, website, dan juga bertransaksi digital dengan menggunakan jaringan publik, malware dapat menyebar dan menarik semua data. Bila terdapat password, PIN, atau kode OTP tertentu yang mungkin dicuri, kemungkinan akan ada transaksi digital yang aneh walaupun tidak Kamu lakukan. 

Dengan demikian pastikan Kamu melakukan langkah-langkah preventif di atas demi mencegah terjadinya kecurian data dalam bertransaksi digital.

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya