Jamu Modern, Acaraki Golden Sparkling

Mengenal Jamu Modern, Acaraki Golden Sparkling, serta Lokasi dan Cerita Bisnisnya

Minum jamu sering kali masih identik dengan rasa pahit, racikan tradisional, atau penjual jamu gendong yang berkeliling dari rumah ke rumah. Padahal, bagaimana jika jamu disajikan seperti kopi di sebuah cafe modern?

Konsep inilah yang coba diperkenalkan oleh Acaraki, brand yang membawa jamu ke dalam pengalaman minum yang lebih kekinian. Jamu tidak hanya disajikan sebagai minuman tradisional, tetapi diolah menggunakan berbagai teknik seduh dan dikombinasikan dengan bahan lain untuk menciptakan pengalaman baru.

Dari Acaraki jamu di Kota Tua hingga kehadirannya di PIK 2, perjalanan brand ini menunjukkan bagaimana warisan kuliner bisa dikemas ulang tanpa kehilangan identitasnya. Lalu, apa yang membuat Acaraki menarik dan bagaimana bisnisnya mengembangkan jamu menjadi format cafe modern? Yuk, simak ceritanya.

Apa Itu Acaraki?

Nama Acaraki bukan sekadar nama brand. Istilah ini merujuk pada profesi peracik jamu yang tercatat dalam Prasasti Madhawapura. Dari akar sejarah tersebut, Acaraki membawa gagasan bahwa peracik jamu dapat memiliki peran seperti barista atau bartender yang memahami bahan, teknik penyeduhan, dan karakter rasa.

Konsep tersebut menjadi cara Acaraki untuk memperkenalkan kembali jamu kepada masyarakat dengan sudut pandang yang lebih dekat dengan gaya hidup masa kini. Alih-alih hanya menyajikan jamu dalam bentuk tradisional, Acaraki mengeksplorasi teknik yang juga dikenal dalam dunia kopi dan minuman modern.

Pendekatan ini membuat jamu terasa lebih familiar bagi pelanggan yang terbiasa nongkrong di cafe. Ada proses brewing, ekstraksi, pencampuran bahan, hingga eksplorasi tekstur dan rasa. Dengan begitu, jamu tidak hanya diposisikan sebagai minuman kesehatan tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman kuliner.

Acaraki Jamu: Tradisi yang Dikemas Lebih Modern

Bagi sebagian orang, jamu mungkin masih terasa asing atau terlalu pahit. Tantangan inilah yang coba dijawab oleh Acaraki jamu melalui berbagai inovasi penyajian.

Bahan-bahan seperti kunyit, jahe, beras kencur, dan bahan herbal lainnya dapat diolah menggunakan teknik yang terinspirasi dari coffee brewing. Beberapa eksplorasi yang pernah diperkenalkan antara lain V60, French press, cold drip, hingga teknik ekstraksi lainnya. Pendekatan tersebut memungkinkan karakter bahan jamu dieksplorasi dengan cara yang berbeda.

Salah satu hal menarik dari konsep ini adalah bagaimana bahan tradisional dapat bertemu dengan elemen minuman modern. Jamu dapat dipadukan dengan madu, susu, es krim, lemon, atau sparkling water sehingga menghasilkan profil rasa yang lebih beragam.

Artinya, inovasi Acaraki bukan sekadar mengubah tampilan jamu. Brand ini mencoba mengubah cara orang berinteraksi dengan jamu. Dari minuman yang mungkin hanya diminum ketika membutuhkan jamu, menjadi minuman yang bisa dinikmati ketika sedang bersantai, berkumpul, atau mencari pengalaman kuliner baru.

Acaraki Golden Sparkling Minuman Apa?

Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Acaraki Golden Sparkling. Minuman ini mengambil inspirasi dari kunyit asam, kemudian dikombinasikan dengan soda untuk menghasilkan sensasi yang lebih segar.

Secara karakter, Golden Sparkling menghadirkan perpaduan rasa kunyit asam dengan sensasi sparkling. Hasilnya berbeda dari kunyit asam tradisional yang biasanya diminum sebagai jamu racikan biasa. Karakter soda membuat minuman terasa lebih ringan dan menyegarkan, sementara kunyit asam tetap menjadi identitas rasa utamanya.

Konsep seperti ini menunjukkan bagaimana Acaraki mencoba mencari titik temu antara tradisi dan preferensi konsumen modern. Bahan yang familiar bagi masyarakat Indonesia tetap digunakan, tetapi pengalaman minumnya dibuat lebih playful.

Golden Sparkling juga menjadi contoh bagaimana sebuah menu signature dapat membantu memperkenalkan kategori produk yang sebenarnya sudah lama dikenal. Konsumen yang mungkin belum terbiasa minum jamu dapat menemukan pintu masuk melalui minuman dengan karakter yang lebih familiar dan menyegarkan.

Acaraki PIK 2, Kota Tua, dan Lokasi Lainnya

Perjalanan Acaraki tidak berhenti di satu cafe. Seiring berkembangnya konsep bisnis, brand ini hadir di beberapa lokasi dengan karakter pelanggan yang berbeda.

Saat ini, informasi lokasi resmi Acaraki mencantumkan beberapa outlet, termasuk Kota Tua, AEON Mall Tanjung Barat, Landmark Pluit, Gadjah Mada, dan Grand Indonesia.

Berikut beberapa lokasi yang bisa menjadi referensi:

  • Acaraki PIK 2

Outlet PIK 2 menjadi langkah baru Acaraki dalam membawa konsep jamu modern ke kawasan yang banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan. Gerai ini menggunakan konsep interior bernuansa tradisional kontemporer dengan elemen joglo, kayu, dan ukiran sebagai bagian dari pengalaman ruangnya.

  • Acaraki Kota Tua

Outlet di kawasan Kota Tua menjadi salah satu lokasi yang erat dengan cerita Acaraki. Konsep jamu modern hadir berdampingan dengan suasana kawasan bersejarah Jakarta. Lokasi resmi Acaraki juga mencantumkan outlet Kota Tua di Gedung Kerta Niaga.

  • Grand Indonesia

Acaraki Grand Indonesia berada di Lower Ground East Mall dan menjadi outlet yang juga menawarkan pilihan makanan tradisional Indonesia lebih lengkap dibandingkan beberapa outlet lainnya.

  • AEON Mall Tanjung Barat

Kehadiran Acaraki di AEON Mall Tanjung Barat memperluas akses terhadap konsep cafe jamu di area pusat perbelanjaan. Lokasi ini tercantum dalam daftar outlet resmi Acaraki.

  • Landmark Pluit

Outlet Landmark Pluit menjadi salah satu titik Acaraki di Jakarta Utara. Lokasinya juga tercantum dalam kanal resmi Acaraki.

  • Gadjah Mada

Acaraki juga hadir di lingkungan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, sehingga konsep jamu modern dapat menjangkau konsumen di luar Jakarta.

Perbedaan lokasi tersebut menunjukkan bahwa konsep Acaraki dapat diterapkan pada berbagai karakter area, mulai dari kawasan heritage, pusat perbelanjaan, kawasan komersial, hingga lingkungan kampus.

Mengembangkan Bisnis Jamu ke Format Cafe Modern

Sumber: magnific.com

Membawa jamu ke format cafe bukan hanya persoalan mengganti gelas atau membuat interior lebih menarik. Ada tantangan bisnis yang lebih besar di belakangnya.

Acaraki perlu menjaga identitas bahan tradisional sekaligus memastikan produk tetap relevan bagi konsumen masa kini. Eksperimen rasa, teknik penyajian, standar racikan, pelayanan, hingga pengelolaan operasional menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Pendekatan Acaraki juga memperlihatkan bahwa produk tradisional memiliki ruang untuk berkembang jika dikemas dengan pengalaman yang tepat. Kopi sebelumnya berhasil berpindah dari warung sederhana ke coffee shop dengan berbagai teknik brewing. Jamu pun memiliki peluang untuk mengalami perjalanan serupa.

Di sisi lain, semakin banyak outlet berarti semakin kompleks pula kebutuhan pengelolaan bisnis. Data transaksi, menu, kasir, stok, promosi, hingga potensi kecurangan harus bisa dipantau agar kualitas operasional tetap terjaga ketika bisnis berkembang.

Video Testimoni Acaraki x ESB

Perjalanan mengembangkan bisnis jamu modern tentu membutuhkan dukungan operasional yang mampu mengikuti kebutuhan bisnis. Salah satunya terlihat dari pengalaman Acaraki dalam menggunakan solusi ESB.

Dalam video testimoni Acaraki x ESB, Sari selaku Asisten Manager Acaraki menjelaskan:

“Semenjak memakai ESB, baik itu ESB POS dan ESB Core, kami mulai merasakan kemudahan. Pencatatannya sudah detail dan tinggal kita input saja sesuai dengan item-nya atau mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang terjadi. Semuanya ada di ESB.”

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa teknologi bukan hanya dibutuhkan untuk mencatat transaksi. Sistem yang terintegrasi juga dapat membantu bisnis kuliner mendapatkan pencatatan yang lebih detail dan meningkatkan kontrol terhadap operasional.

Kalau kamu ingin melihat langsung bagaimana pengalaman Acaraki menggunakan ESB, simak video testimoninya berikut: https://www.youtube.com/watch?v=E4MNua2pnDI

Inspirasi dari Transformasi Acaraki

Cerita Acaraki memberikan satu pelajaran menarik bagi bisnis kuliner: produk tradisional tidak selalu harus dipertahankan dalam bentuk yang sama agar tetap autentik.

Yang perlu dipertahankan adalah identitas dan nilai produknya, sementara cara memperkenalkannya dapat terus berkembang. Acaraki mempertahankan jamu sebagai inti produk, tetapi mengeksplorasi teknik seduh, kombinasi rasa, konsep cafe, dan pengalaman pelanggan yang lebih modern.

Strategi tersebut juga membuka peluang untuk mengenalkan jamu kepada konsumen yang sebelumnya tidak terbiasa meminumnya. Ketika jamu hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebiasaan nongkrong masa kini, konsumen memiliki alasan baru untuk mencoba.

Dari sisi bisnis, ekspansi ke berbagai lokasi juga menunjukkan bahwa inovasi produk perlu berjalan bersama dengan sistem operasional yang rapi. Semakin banyak outlet dan transaksi, semakin penting pula kemampuan bisnis dalam mengontrol data dan aktivitas di setiap titik penjualan.

FAQ Seputar Acaraki

1. Apa itu Acaraki?

Acaraki adalah brand cafe jamu yang membawa minuman tradisional Indonesia ke pengalaman minum yang lebih modern dengan teknik penyajian yang terinspirasi dari dunia kopi dan minuman modern.

2. Acaraki Golden Sparkling minuman apa?

Golden Sparkling merupakan minuman berbasis kunyit asam yang dipadukan dengan gula dan soda sehingga memiliki rasa khas jamu dengan sensasi sparkling yang lebih segar.

3. Acaraki ada di mana saja?

Acaraki memiliki beberapa lokasi, antara lain PIK 2, Kota Tua, Grand Indonesia, AEON Mall Tanjung Barat, Landmark Pluit, dan Gadjah Mada.

4. Apakah Acaraki menjual jamu?

Ya. Acaraki menjadikan jamu sebagai produk utama dan menyajikannya dalam berbagai bentuk, mulai dari racikan tradisional hingga kreasi modern.

5. Apa yang membuat jamu Acaraki berbeda?

Acaraki mengeksplorasi bahan dan teknik penyajian jamu dengan pendekatan seperti coffee brewing, sehingga konsumen mendapatkan pengalaman menikmati jamu yang lebih modern.

Baca juga: 7 Ragam Jenis Kopi di Indonesia yang Populer di Kedai Kopi

Kesimpulan

Acaraki menunjukkan bahwa jamu bisa memiliki tempat di tengah budaya cafe modern. Melalui eksplorasi rasa, teknik seduh, konsep ruang, dan berbagai inovasi menu seperti Golden Sparkling, jamu tidak lagi hanya dipandang sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai pengalaman kuliner yang dapat dinikmati lintas generasi. Perluasan Acaraki dari Kota Tua hingga PIK 2 juga memperlihatkan bagaimana konsep tersebut dapat berkembang menjadi bisnis dengan berbagai titik operasional.

Namun, semakin berkembang sebuah bisnis kuliner, semakin penting pula sistem operasional yang mampu menjaga pencatatan tetap akurat dan memudahkan kontrol di setiap outlet. ESB POS hadir sebagai aplikasi kasir holistik khusus bisnis kuliner yang membantu mengelola menu, menu paket, promosi, meja, transaksi, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya. Sistem ini juga dilengkapi fitur untuk mendeteksi dan mencegah fraud, multi-kasir, customer display, integrasi GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood, loyalty program, reservasi, voucher digital, hingga integrasi dengan kitchen display.

Kalau kamu sedang mengembangkan cafe, restoran, atau bisnis kuliner multi-outlet dan ingin operasional yang lebih terkontrol, saatnya gunakan sistem yang bisa tumbuh bersama bisnis kamu.

Hubungi tim ESB dan temukan solusi ESB POS yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kuliner kamu.

ESB

Ruko Paramount Center II Blok B/8,
Jl. CBD Gading Serpong, Tangerang 15810

150358

(08.30 - 18.00) GMT+7

InstagramFacebookTikTokLinkedInEmail
Copyright 2026 © PT. Esensi Solusi Buana