Jabarano Coffee Punya Siapa? Kenali sosok di Balik Gerai Laswi dan Lengkong

Jabarano Coffee Punya Siapa? Kenali sosok di Balik Gerai Laswi dan Lengkong

Pernah melihat Ridwan Kamil melayani pelanggan di sebuah coffee shop di Bandung lalu bertanya, Jabarano punya siapa? Kehadiran mantan Gubernur Jawa Barat tersebut memang sempat membuat banyak orang mengira Jabarano Coffee merupakan bisnis miliknya.

Padahal, ada cerita bisnis yang lebih panjang di balik nama Jabarano. Brand kopi asal Jawa Barat ini dibangun oleh Arnold Dharmma dan berkembang dari satu gerai menjadi bisnis dengan sejumlah outlet. Konsepnya pun tidak hanya mengandalkan tempat nongkrong, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan kopi Jawa Barat kepada lebih banyak orang.

Lalu, seperti apa Jabarano Coffee, di mana lokasi Jabarano Laswi dan Jabarano Lengkong, siapa pemiliknya, dan bagaimana bisnis ini menjaga operasionalnya ketika terus berkembang? Yuk, kenali ceritanya lebih jauh.

Mengenal Jabarano Coffee

Jabarano Coffee merupakan coffee shop asal Jawa Barat yang membawa kopi lokal sebagai bagian penting dari identitas bisnisnya. Secara resmi, Jabarano menggambarkan dirinya sebagai creative-collaborative coffee space yang mengeksplorasi kekayaan kopi Jawa Barat melalui pengalaman minum kopi, budaya, seni, dan kolaborasi.

Nama Jabarano sendiri memiliki cerita yang cukup menarik. Menurut situs resmi Jabarano, namanya terinspirasi dari istilah Americano, sedangkan dalam komunikasi bisnis Jabarano, nama tersebut juga dikaitkan dengan semangat menjadikan brand kopi dari Jawa Barat sebagai nomor satu.

Daya tariknya tidak berhenti pada kopi. Beberapa outlet Jabarano menggabungkan unsur lokal dengan tampilan yang modern sehingga pengunjung bisa datang bukan hanya untuk menikmati minuman, tetapi juga untuk makan, bertemu teman, bekerja ringan, atau sekadar menikmati suasana Bandung.

Di balik pengalaman tersebut, Jabarano juga membawa perhatian terhadap ekosistem kopi lokal. Mereka menyebut praktik local sourcing dan kerja sama dengan petani sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kopi yang lebih berkelanjutan.

Konsep tersebut membuat Jabarano punya karakter yang cukup berbeda. Kopi tidak ditempatkan sekadar sebagai menu, tetapi menjadi bagian dari cerita tentang Jawa Barat yang ingin mereka bawa ke lebih banyak pelanggan.

Jabarano Laswi dan Jabarano Lengkong

Pertumbuhan Jabarano Coffee membuat brand ini hadir di beberapa kawasan Bandung dengan karakter outlet yang dapat menyesuaikan lokasi dan kebutuhan pengunjung. Dua lokasi yang cukup banyak dicari adalah Jabarano Laswi dan Jabarano Lengkong.

Untuk Jabarano Laswi, lokasinya berada di Jl. Laswi No. 24, Bandung, dekat kawasan Bandung Creative Hub. Outlet ini menjadi salah satu bagian dari perkembangan Jabarano di Bandung setelah sebelumnya hadir di kawasan Pahlawan dan Braga.

Sementara itu, Jabarano Lengkong berada di Jl. Lengkong Besar No. 58, Bandung. Lokasi ini memperluas jangkauan Jabarano ke kawasan Lengkong dan menjadi salah satu pilihan bagi pelanggan yang ingin menikmati menu Jabarano di area tersebut.

Menariknya, Jabarano memang tidak hanya mengandalkan satu konsep untuk seluruh outlet. Dalam perkembangannya, setiap gerai dapat membawa identitas tersendiri sesuai karakter kawasan dan target pengunjungnya. Hal tersebut terlihat dari sejumlah outlet Jabarano yang menggunakan identitas berbeda, seperti konsep Kuda Lumping, Angklung, hingga Leopard.

Jadi, kalau kamu ingin berkunjung ke Jabarano, pengalaman yang didapat tidak selalu harus sama di setiap lokasi. Justru karakter tempat menjadi salah satu bagian dari perjalanan brand ini.

Sumber: magnific.com

Berbicara tentang Jabarano tentu tidak bisa dilepaskan dari kopi. Salah satu pendekatan yang menarik adalah penggunaan house blend untuk menghasilkan rasa yang konsisten sekaligus memberi ruang bagi Jabarano untuk menggunakan biji dari berbagai wilayah.

Beberapa blend yang menjadi bagian dari identitas Jabarano adalah Surili, Merak, dan Nusantara. Pilihan tersebut kemudian digunakan dalam berbagai menu kopi, termasuk es kopi susu dan kopi klasik. Di sejumlah menu Jabarano juga terdapat nama seperti Kopi Merak dan Kopi Susu Surili yang memperkuat identitas lokal brand.

Kalau ingin mencoba menu makanan, pilihannya juga cukup luas. Ada Mie Kari Spesial Jabarano, Mie Ayam Batur, Bubur Ayam Raos Pisan, hingga berbagai nasi goreng, rice bowl, dan hidangan lainnya. Untuk camilan, tersedia pilihan seperti cireng, cuanki, tempe kriuk, singkong goreng, serta pisang goreng madu.

Salah satu yang menarik adalah bagaimana nama menu juga membawa nuansa lokal. Misalnya, Mie Kari Spesial Jabarano, Mie Ayam Batur, hingga menu yang menggunakan nama seperti Raos Pisan dan Si Kasep. Dengan begitu, pengalaman makan di Jabarano tidak hanya tentang kopi, tetapi juga eksplorasi rasa yang dekat dengan identitas kuliner Nusantara.

Untuk pilihan kopi, kamu bisa menyesuaikannya dengan preferensi. Kalau suka kopi susu, varian berbasis Surili atau Merak bisa menjadi pilihan. Sementara bagi yang ingin menikmati karakter kopi dengan lebih sederhana, tersedia pilihan kopi klasik dan berbagai racikan signature.

Jabarano Punya Siapa?

Pertanyaan Jabarano punya siapa? memang cukup sering muncul karena nama Jabarano tidak bisa dilepaskan dari sosok Ridwan Kamil. Ia beberapa kali terlihat berada di outlet Jabarano dan bahkan ikut melayani pelanggan. Hal tersebut kemudian membuat publik mengira bahwa Jabarano Coffee merupakan bisnis miliknya.

Namun, berdasarkan informasi resmi Jabarano dan pemberitaan media, sosok yang berada di balik pendirian dan pengembangan bisnis Jabarano Coffee adalah Arnold Dharmmadhyaksa atau Arnold Dharmma. Situs resmi Jabarano menyebut Arnold sebagai co-founder, sementara sejumlah media menyebutnya sebagai founder dan owner Jabarano Coffee.

Arnold sendiri memiliki latar belakang di dunia F&B. Setelah menyelesaikan pendidikan di NHI, ia bekerja di industri hotel dan restoran sebelum membangun berbagai usaha kuliner. Ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan Jabarano dan mulai membuka gerai pertamanya pada 2022.

Adapun Ridwan Kamil memiliki peran penting dalam perjalanan brand ini. Jabarano menyebut Ridwan Kamil sebagai brand initiator, sementara Arnold merupakan salah satu sosok yang mendirikan dan menjalankan bisnis coffee shop tersebut.

Jadi, jika pertanyaannya siapa pemilik Jabarano Coffee, sosok yang paling sering disebut sebagai founder atau owner adalah Arnold Dharmma. Sementara keterlibatan Ridwan Kamil lebih berkaitan dengan pencetus nama, inisiatif brand, kolaborasi, dan dukungan terhadap perkembangannya.

Baca juga: Panduan Sukses: 8 Langkah-Langkah Pengembangan Ide dan Peluang Usaha

Mengembangkan Coffee Shop dan Menjaga Konsistensi Operasional

Membuka satu coffee shop tentu berbeda dengan mengelola bisnis yang memiliki banyak outlet. Ketika jumlah pelanggan meningkat dan cabang bertambah, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat kopi tetap enak.

Transaksi semakin banyak, stok bahan baku harus dipantau, laporan perlu dibaca dengan cepat, dan aktivitas setiap outlet harus tetap bisa dikontrol. Kalau semua proses masih bergantung pada pencatatan manual atau sistem yang terpisah, semakin besar bisnisnya, semakin sulit pula owner mendapatkan gambaran kondisi bisnis secara menyeluruh.

Hal inilah yang membuat teknologi menjadi bagian penting dalam proses scale up bisnis F&B. Sistem kasir dapat membantu mencatat transaksi, sementara sistem ERP dapat menghubungkan data operasional, bahan baku, dan kebutuhan bisnis lainnya dalam satu ekosistem.

Di tahap ini, sistem yang terintegrasi menjadi penting. Data dari berbagai aktivitas operasional dapat dikelola dalam satu sistem sehingga pemilik bisnis lebih mudah memantau kondisi setiap outlet, mengevaluasi performa, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Dengan fondasi operasional yang lebih teratur, ekspansi bisnis pun bisa dilakukan tanpa membuat pengelolaan setiap outlet menjadi semakin rumit.

Video Testimoni Jabarano Coffee: Mengelola Bisnis Bersama ESB

Perjalanan Jabarano dalam mengelola bisnis dan menggunakan teknologi ESB juga dibagikan melalui video testimoni resmi ESB. Dalam testimoni tersebut, Arnold menjelaskan bagaimana berbagai sistem ESB digunakan untuk mendukung aktivitas operasional Jabarano. Saksikan video lengkap testimoninya pada link berikut:

Jabarano Coffee X ESB

Salah satu tantangan yang dirasakan Jabarano adalah tingginya traffic pelanggan. Dengan kisaran 500 sampai 1.000 pengunjung per hari, penggunaan satu kasir berpotensi menimbulkan antrean. ESB Order membantu pelanggan melakukan pemesanan dari meja sehingga tim tidak harus mengandalkan antrean di kasir untuk setiap transaksi.

Arnold juga menyoroti kemudahan dalam membaca data dan memantau kondisi bisnis. Melalui sistem yang terintegrasi, data barang dapat dilihat secara lebih mudah dan real-time. Hal ini membantu tim memantau persediaan sekaligus mengurangi potensi fraud dalam operasional.

Tidak hanya itu, data pelanggan yang dikumpulkan melalui sistem POS dan pemesanan juga dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan setelah pelanggan selesai berkunjung. Data tersebut dapat mendukung program loyalty dan aktivitas follow-up sehingga pelanggan punya alasan untuk kembali melakukan transaksi.

Bagi Jabarano, salah satu hal yang membuat penggunaan ESB terasa praktis adalah kemudahan sistem dan dukungan layanan yang diberikan. Jadi, teknologi tidak hanya dipakai untuk mencatat transaksi, tetapi menjadi bagian dari cara bisnis mengelola operasional dan hubungan dengan pelanggan.

Inspirasi dari Perjalanan Bisnis Jabarano Coffee

Ada satu hal menarik yang bisa dipelajari dari perjalanan Jabarano Coffee. Pertumbuhan bisnis tidak hanya berasal dari kemampuan menghadirkan produk yang menarik, tetapi juga dari keberanian untuk membangun sistem di belakang layar.

Dari sisi produk, Jabarano memiliki identitas yang cukup kuat melalui eksplorasi kopi Jawa Barat. Dari sisi tempat, setiap outlet dikembangkan dengan karakter yang menyesuaikan lokasi dan target pelanggan. Sementara dari sisi bisnis, pertumbuhan tersebut membutuhkan sistem yang mampu mengikuti meningkatnya jumlah transaksi dan kompleksitas operasional.

Hal ini penting untuk pebisnis coffee shop yang sedang berkembang. Jangan sampai fokus ekspansi hanya berhenti pada membuka outlet baru, sementara sistem transaksi, stok, laporan, dan customer data masih berjalan secara terpisah.

Customer experience juga tidak hanya terbentuk dari rasa kopi dan suasana tempat. Pelanggan bisa merasakan pengalaman yang kurang nyaman ketika harus mengantre terlalu lama, pesanan terlambat tercatat, atau proses pembayaran tidak praktis.

Karena itu, pertumbuhan coffee shop sebaiknya berjalan beriringan dengan penguatan operasional. Ketika produk, pelayanan, manusia, dan teknologi bisa berjalan bersama, bisnis punya fondasi yang lebih siap untuk berkembang.

Baca juga: Strategi Bisnis Kopi Tuku Meraup Omzet 1 Miliar Sehari

FAQ Seputar Jabarano Coffee

1. Jabarano punya siapa?

Jabarano Coffee didirikan dan dikembangkan oleh Arnold Dharmma. Ridwan Kamil memiliki peran sebagai pencetus atau inisiator nama dan brand Jabarano, serta turut mendukung perkembangannya.

2. Jabarano Coffee punya siapa?

Sosok yang dikenal sebagai founder atau owner Jabarano Coffee adalah Arnold Dharmma. Ia membangun dan mengembangkan bisnis Jabarano di industri F&B.

3. Siapa pemilik Jabarano Coffee?

Pemilik atau founder yang banyak disebut dalam sumber resmi dan pemberitaan adalah Arnold Dharmmadhyaksa atau Arnold Dharmma.

4. Jabarano Laswi ada di mana?

Jabarano Laswi berada di Jl. Laswi No. 24, Bandung, dekat kawasan Bandung Creative Hub.

5. Jabarano Lengkong ada di mana?

Jabarano Lengkong berada di Jl. Lengkong Besar No. 58, Bandung.

6. Apa saja menu Jabarano Coffee?

Menu Jabarano Coffee mencakup berbagai pilihan kopi, minuman non-kopi, makanan utama, camilan, dan pastry. Beberapa menu yang dikenal antara lain Mie Kari Spesial Jabarano, Mie Ayam Batur, Bubur Ayam Raos Pisan, Nasi Goreng, serta pilihan kopi berbasis blend seperti Surili dan Merak.

Kesimpulan

Jabarano Coffee menunjukkan bagaimana sebuah brand lokal dapat berkembang dengan membawa identitas daerah ke dalam produk, tempat, dan pengalaman pelanggan. Dari kopi Jawa Barat, pilihan menu bernuansa Nusantara, hingga kehadiran di berbagai lokasi seperti Laswi dan Lengkong, Jabarano terus membangun karakter bisnisnya. Di balik perkembangan tersebut, sosok Arnold Dharmma menjadi bagian penting dalam perjalanan Jabarano sebagai founder, sementara Ridwan Kamil berperan dalam pencetusan nama dan inisiatif brand.

Buat kamu yang sedang mengembangkan coffee shop, pertumbuhan bisnis juga perlu diikuti sistem operasional yang siap menghadapi semakin banyak transaksi. ESB POS merupakan aplikasi kasir holistik khusus bisnis kuliner yang membantu mengelola transaksi, menu, promosi, meja, multi-kasir, customer display, hingga integrasi dengan GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood.

ESB POS juga mendukung loyalty program, reservasi, voucher digital, kitchen display, serta sistem deposit untuk konsep food court. Bersama ESB Order dan ESB Kitchen, ekosistem ESB membantu bisnis kuliner mengelola pemesanan dan operasional dengan lebih terintegrasi. ESB Order juga disebut dapat membantu meningkatkan transaksi hingga 60% dengan rekomendasi AI dan mempercepat proses pemesanan hingga 40% dibandingkan sistem manual.

Kalau bisnis kuliner kamu sedang bersiap berkembang ke lebih banyak outlet, saatnya membangun operasional yang ikut tumbuh bersama bisnis. Hubungi tim ESB dan temukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan coffee shop kamu.

image
image

Ruko Paramount Center II Blok B/8,
Jl. CBD Gading Serpong, Tangerang 15810

image

150358

(08.30 - 18.00) GMT+7

imageimageimageimageimage
Copyright 2026 © PT. Esensi Solusi Buana