Perayaan Imlek bukan hanya tentang berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menikmati berbagai hidangan yang memiliki makna simbolis. Salah satu yang paling menarik adalah Yu Sheng, salad khas Imlek yang disajikan dengan ikan mentah, sayuran berwarna-warni, saus, kacang, dan kerupuk.
Sekilas, Yu Sheng mungkin terlihat seperti salad biasa. Namun, setiap bahan dan cara menyantapnya ternyata menyimpan filosofi tentang kemakmuran, keberuntungan, kebahagiaan, dan kebersamaan. Bahkan, ada ritual khusus bernama Lo Hei yang membuat pengalaman menyantap Yu Sheng menjadi semakin meriah.
Kalau kamu sedang mengenal poutine atau berbagai makanan tradisional dari berbagai budaya, Yu Sheng juga menarik untuk dipelajari karena hidangan ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian penting dari sebuah tradisi.
Apa Itu Yu Sheng?
Yu Sheng atau Yee Sheng adalah hidangan khas perayaan Imlek yang umumnya terdiri dari ikan mentah, sayuran segar, buah, kacang, kerupuk, serta saus dengan cita rasa manis dan asam. Hidangan ini biasanya disajikan dalam piring besar dan dinikmati bersama keluarga atau orang-orang terdekat.
Secara harfiah, istilah yu sheng berkaitan dengan ikan mentah. Dalam budaya Tionghoa, unsur ikan juga memiliki hubungan dengan simbol kelimpahan. Hal ini membuat Yu Sheng tidak hanya dipandang sebagai hidangan pembuka, tetapi juga sebagai bagian dari doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih sejahtera pada tahun baru.
Tradisi Yu Sheng yang dikenal saat ini sangat populer di Singapura dan Malaysia, kemudian berkembang dan dikenal pula di berbagai komunitas Tionghoa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penyajiannya biasanya dibuat semenarik mungkin dengan bahan yang dipotong tipis dan disusun mengelilingi bagian tengah piring.
Yang membuat Yu Sheng semakin unik adalah cara menyantapnya. Setelah seluruh bahan disusun, anggota keluarga atau kelompok yang ikut makan akan mencampurnya menggunakan sumpit sambil mengucapkan berbagai harapan baik. Ritual ini dikenal sebagai Lo Hei.
Jadi, pengalaman menikmati tradisi makan yu sheng adalah bukan hanya tentang rasa. Ada cerita, simbol, doa, dan kebersamaan yang membuat satu hidangan terasa jauh lebih bermakna.
Baca juga: 20 American Food Populer dan Wajib Dicoba
Makna Filosofis di Balik Bahan Yu Sheng

Sumber: id.pinterest.com
Setiap bahan dalam Yu Sheng dipilih bukan hanya karena memberikan warna, tekstur, atau rasa yang berbeda. Dalam tradisi Imlek, bahan-bahan tersebut juga dikaitkan dengan harapan tertentu untuk kehidupan di tahun yang baru:
1. Ikan Mentah
Ikan menjadi salah satu elemen utama dalam Yu Sheng. Jenis ikan yang digunakan dapat berbeda-beda, tetapi salmon menjadi salah satu pilihan yang umum ditemukan dalam penyajian modern.
Dalam tradisi Tionghoa, ikan berkaitan dengan simbol kelimpahan dan rezeki. Kata yu juga memiliki kemiripan bunyi dengan kata yang berkaitan dengan kelimpahan dalam bahasa Mandarin. Karena itu, kehadiran ikan dalam Yu Sheng membawa harapan agar seseorang memiliki rezeki yang cukup dan berlimpah sepanjang tahun.
Ikan juga menjadi bagian penting dari keseluruhan komposisi karena memberikan tekstur lembut yang berpadu dengan sayuran renyah. Ketika dicampur bersama bahan lainnya, ikan menjadi simbol bahwa kelimpahan diharapkan hadir bersama keseimbangan dan keharmonisan.
2. 7 Jenis Sayuran
Sayuran dalam Yu Sheng biasanya terdiri dari berbagai jenis dan warna, seperti wortel, lobak, kubis ungu, timun, paprika, talas, serta daun ketumbar. Komposisinya dapat berbeda sesuai tradisi keluarga atau restoran yang menyajikannya.
Penggunaan tujuh jenis sayuran memiliki makna tersendiri dalam tradisi yang berkembang di masyarakat Tionghoa. Angka tujuh kerap dikaitkan dengan keberuntungan, sementara warna sayuran yang beragam menggambarkan kehidupan yang penuh energi dan harapan positif.
Wortel dan sayuran berwarna cerah juga membuat Yu Sheng terlihat semarak di meja makan. Selain memberikan warna, tekstur renyah dari sayuran menciptakan kontras dengan ikan yang lembut dan saus yang lebih cair.
Dengan begitu, sayuran tidak hanya mempercantik tampilan hidangan, tetapi juga menjadi pengingat tentang harapan akan pertumbuhan, kelimpahan, dan kehidupan yang lebih baik.
3. Saus Plum
Saus plum menjadi salah satu elemen yang memberikan karakter rasa pada Yu Sheng. Cita rasanya yang manis dan sedikit asam membantu menyatukan berbagai bahan yang memiliki tekstur serta rasa berbeda.
Dalam konteks simbolis, rasa manis dan asam dapat dipandang sebagai gambaran keseimbangan dalam kehidupan. Tahun baru tidak selalu hanya berisi pengalaman menyenangkan, tetapi juga berbagai tantangan yang perlu dihadapi.
Ketika saus dituangkan ke atas bahan-bahan Yu Sheng, rasa yang berbeda kemudian berpadu menjadi satu. Hal ini selaras dengan filosofi kebersamaan yang menjadi bagian penting dari tradisi Yu Sheng.
Dari sisi kuliner, saus plum juga membuat sayuran, ikan, kacang, dan kerupuk terasa lebih harmonis ketika disantap bersama.
4. Kacang
Kacang tanah atau jenis kacang lainnya biasanya ditambahkan sebagai taburan di atas Yu Sheng. Bahan ini memberikan rasa gurih sekaligus tekstur renyah yang membuat setiap suapan terasa lebih kompleks.
Dalam simbolisme tradisional, kacang dapat dikaitkan dengan harapan akan kehidupan yang berkembang dan bertumbuh. Bentuknya yang kecil tetapi kaya rasa juga melengkapi komposisi Yu Sheng yang terdiri dari banyak unsur.
Ketika dicampur bersama ikan, sayuran, dan saus, kacang memberikan dimensi rasa yang berbeda. Teksturnya yang renyah juga membuat hidangan tidak terasa monoton meskipun sebagian besar bahan disajikan dalam bentuk irisan tipis.
5. Kerupuk
Kerupuk menjadi salah satu pelengkap yang membuat Yu Sheng semakin menarik. Biasanya kerupuk dibuat berwarna-warni dan dipotong atau disajikan dalam bentuk yang mudah dicampurkan dengan bahan lainnya.
Selain memberikan sensasi renyah, kerupuk juga membuat suasana menyantap Yu Sheng terasa lebih meriah. Warna dan bentuknya memperkuat kesan bahwa hidangan ini memang dirancang untuk menjadi bagian dari perayaan.
Dalam konteks tradisi, kerupuk dapat dilihat sebagai pelengkap yang menyempurnakan keseluruhan sajian. Saat semua bahan bercampur, suara dan tekstur renyahnya turut menciptakan pengalaman makan yang lebih interaktif.
Inilah salah satu alasan Yu Sheng tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga dari sisi visual dan pengalaman saat menyantapnya.
Fakta Unik Ritual Lo Hei
Kalau bahan-bahan Yu Sheng sudah lengkap, bagian yang paling ditunggu biasanya adalah ritual Lo Hei. Tradisi ini dilakukan bersama-sama dan menjadi momen yang membuat suasana makan semakin hidup:
1. Pusat Meja
Tradisi makan Yu Sheng adalah menyajikan hidangan ini di tengah meja dalam sebuah piring besar sebelum disantap bersama. Penempatan ini bukan tanpa alasan karena hidangan memang dirancang untuk dinikmati secara bersama-sama.
Dengan berada di tengah, setiap orang yang duduk mengelilingi meja dapat mengambil bagian dalam proses mencampur dan menyantap Yu Sheng. Tidak ada satu orang yang menjadi pusat perhatian karena semua anggota memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.
Piring besar tersebut akhirnya menjadi titik pertemuan seluruh anggota keluarga atau kelompok. Dari sinilah nilai kebersamaan dalam tradisi Yu Sheng terasa begitu kuat.
2. Momen Berdoa
Sebelum Yu Sheng diaduk, berbagai bahan dapat ditambahkan sambil disertai ucapan atau doa yang memiliki makna positif. Harapannya berkaitan dengan kemakmuran, kesehatan, kebahagiaan, serta keberuntungan pada tahun yang baru.
Beberapa ucapan yang sering dikaitkan dengan perayaan Imlek antara lain Gong Xi Fa Cai sebagai harapan akan kemakmuran dan Nian Nian You Yu yang berkaitan dengan kelimpahan dari tahun ke tahun.
Momen ini membuat Yu Sheng terasa berbeda dari hidangan biasa. Orang-orang bukan sekadar menyiapkan makanan untuk disantap, tetapi juga menyampaikan harapan baik untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
3. Tradisi Mengaduk Tinggi
Setelah semua bahan lengkap dan doa disampaikan, tibalah bagian paling meriah, yaitu mengaduk Yu Sheng bersama-sama menggunakan sumpit. Ritual ini dikenal sebagai Lo Hei.
Semua orang akan mengangkat dan mencampur bahan setinggi mungkin sambil mengucapkan berbagai harapan baik. Dalam kepercayaan yang berkembang dalam tradisi ini, semakin tinggi campuran Yu Sheng diangkat, semakin besar pula keberuntungan yang diharapkan datang.
Gerakan tersebut juga memiliki makna sosial yang menarik. Semua orang harus berpartisipasi agar bahan tercampur dengan baik. Jadi, Lo Hei tidak hanya menghadirkan suasana ramai, tetapi juga menggambarkan kebersamaan, optimisme, dan harapan untuk menjalani tahun yang baru bersama-sama.
Baca juga: Kenapa Service Plate Penting? Ini Cara Penyajian yang Bikin Makanan Terlihat Lebih Berkelas
FAQ Seputar Yu Sheng
1. Apa itu Yu Sheng?
Tradisi makan yu sheng adalah hidangan khas Imlek berupa salad yang terdiri dari ikan mentah, sayuran, buah, kacang, kerupuk, dan saus. Hidangan ini sarat dengan simbol kemakmuran, keberuntungan, dan kebersamaan.
2. Apa arti ritual Lo Hei?
Lo Hei adalah ritual mencampur Yu Sheng menggunakan sumpit sambil mengucapkan harapan baik. Gerakan mengangkat campuran setinggi mungkin dipercaya berkaitan dengan harapan datangnya keberuntungan yang lebih besar.
3. Mengapa Yu Sheng menggunakan banyak sayuran?
Sayuran memberikan warna, tekstur, dan kesegaran pada Yu Sheng. Dalam tradisinya, berbagai sayuran juga memiliki simbolisme yang berkaitan dengan keberuntungan, pertumbuhan, kemakmuran, dan harapan baik.
4. Mengapa Yu Sheng disajikan dalam piring besar?
Piring besar memungkinkan Yu Sheng dinikmati secara bersama-sama. Semua orang dapat mengelilingi meja dan ikut mencampur hidangan, sehingga nilai kebersamaan menjadi bagian penting dari pengalaman menyantapnya.
5. Kapan biasanya Yu Sheng disantap?
Yu Sheng umumnya disajikan selama periode perayaan Tahun Baru Imlek, terutama ketika keluarga, teman, atau rekan kerja berkumpul untuk menikmati hidangan bersama.
Kesimpulan
Yu Sheng menunjukkan bahwa makanan bisa memiliki cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar rasa. Ikan melambangkan kelimpahan, sayuran membawa harapan akan kehidupan yang penuh warna, saus menyatukan rasa, sementara ritual Lo Hei menjadi simbol kebersamaan dan doa untuk tahun yang lebih baik.
Semangat kebersamaan seperti ini juga penting diterapkan dalam bisnis F&B, terutama ketika restoran harus melayani pesanan dalam jumlah banyak selama momen ramai. Dengan ESB Delivery, Sistem Pemesanan Online untuk Performa Optimal, restoran kamu dapat menjaga layanan delivery tetap stabil, cepat, dan mudah diakses. Semua order online dan offline tercatat otomatis, berbagai transaksi dari banyak platform dapat dikelola dalam satu sistem, dan status pesanan dapat dipantau dengan jelas agar pesanan siap dengan cepat dan tepat.
Hubungi tim ESB untuk mengetahui bagaimana solusi ESB dapat membantu operasional restoran kamu menjadi lebih terintegrasi.
