SOP Pre-order Restoran untuk Pesanan dalam Jumlah Besar
Online Order

SOP Pre-order Restoran untuk Pesanan dalam Jumlah Besar

Tayang: 16 Oktober 2026Ditulis Oleh: Briantama Afiq Ashari

Pesanan besar bisa membantu meningkatkan omzet restoran, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan harian jika tidak direncanakan. Bayangkan kantor memesan 100 paket makan siang untuk rapat, perusahaan memesan 150 hampers, atau komunitas memesan konsumsi acara. Setiap pesanan memiliki jumlah, tenggat, serta kebutuhan bahan dan pengiriman yang harus dipenuhi secara serentak.

Karena itu, SOP pre-order restoran perlu dibuat sebagai alur kerja yang bisa dipakai tim outlet, bukan sekadar ketentuan pemesanan. Dari permintaan masuk hingga evaluasi biaya, setiap tahap harus memiliki data, keputusan, penanggung jawab, dan status yang jelas.

Kapan Pesanan Perlu Diperlakukan sebagai Pre-order atau Bulk Order?

Tidak semua pembelian beberapa porsi perlu masuk prosedur khusus. Gunakan alur pre-order atau bulk order ketika pesanan mulai memengaruhi stok, kapasitas produksi, tenaga kerja, jadwal pengemasan, atau pengiriman yang harus tiba pada waktu tertentu.

Contohnya adalah katering kantor 80–100 porsi, hampers perusahaan 150 paket, konsumsi seminar, atau pesanan kelompok dengan menu dan jam pengantaran yang sama. Outlet bisa menetapkan ambang internal berdasarkan kapasitasnya, misalnya pesanan di atas jumlah porsi tertentu atau pesanan yang membutuhkan persiapan lebih dari satu hari.

Alur status yang disarankan adalah: permintaan masuk → menunggu pengecekan kapasitas → penawaran dan persetujuan → DP terverifikasi → pesanan dikonfirmasi → produksi → siap dikirim/diambil → selesai. Pesanan belum boleh diberi status “dikonfirmasi” sebelum bahan, kapasitas, syarat pembayaran, dan tenggatnya disetujui.

Data yang Harus Dicatat Saat Pesanan Masuk

Percakapan WhatsApp bisa menjadi kanal komunikasi, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya catatan pesanan. Buat satu nomor pesanan dan satu dokumen kerja yang dapat diakses kasir, dapur, tim pengemasan, dan pengiriman.

• Identitas pesanan: nomor unik, tanggal pencatatan, nama outlet, status, serta staf penanggung jawab.

• Menu dan jumlah: nama menu, varian, jumlah tiap menu, alergi atau instruksi khusus yang telah dikonfirmasi.

• Waktu dan lokasi: tanggal dan jam harus diterima pelanggan, pilihan ambil di outlet atau diantar, alamat lengkap, dan instruksi akses.

• PIC pelanggan: nama pemesan, kontak aktif, nama penerima, serta pihak yang berwenang menyetujui perubahan.

• Nilai dan pembayaran: harga, biaya kirim, pajak/biaya layanan bila berlaku, nominal DP, sisa pembayaran, dan tenggat pelunasan.

Misalnya, pesanan BO-025 berisi 60 paket ayam bakar dan 40 paket nasi goreng yang harus tiba pukul 11.30 di kantor pelanggan. Setiap tim harus memakai nomor dan versi rincian pesanan yang sama agar perubahan tidak tercecer di percakapan pribadi.

Baca juga: Restoran Lebih Tertata? Pahami Pentingnya Last Order dan Cara Mengaturnya

Tentukan Cut-off Time dan Lead Time

Sumber: istockphoto

Cut-off time adalah batas terakhir pemesanan atau perubahan untuk tanggal penyerahan tertentu. Lead time adalah waktu dari konfirmasi pesanan hingga pesanan siap diterima atau dikirim. Tetapkan keduanya berdasarkan jumlah porsi, kerumitan menu, waktu pengadaan bahan, kapasitas dapur, dan jarak pengiriman.

Sebagai contoh kebijakan internal—bukan patokan semua restoran—pesanan di bawah 100 porsi dapat meminta konfirmasi minimal H-2, sedangkan pesanan 100 porsi atau lebih minimal H-4. Tetapkan juga batas perubahan jumlah dan batas pembatalan yang berbeda dari batas pemesanan awal.

Sampaikan semua batas waktu sebelum pelanggan membayar DP. Pesanan mendadak hanya diterima setelah PIC dapur dan manajer menyetujui kapasitasnya; jika tidak memungkinkan, tawarkan waktu atau paket menu alternatif.

Deposit atau Down Payment dan Aturan Perubahan Pesanan

Pesanan besar mengikat bahan, tenaga kerja, dan jadwal produksi. Oleh karena itu, restoran perlu menetapkan uang muka (DP), jadwal pelunasan, serta konsekuensi perubahan atau pembatalan secara tertulis sebelum pesanan dinyatakan final.

Contoh simulasi: total pesanan Rp5.000.000 dengan DP 50% atau Rp2.500.000 setelah pelanggan menyetujui rincian pesanan. Sisa Rp2.500.000 dibayar sebelum pengiriman atau mengikuti kesepakatan tertulis. Persentase dan jadwal ini hanya ilustrasi, bukan ketentuan universal.

Tetapkan siapa yang boleh mengubah menu, jumlah, tanggal, atau alamat; sampai kapan perubahan diterima; dan kapan diperlukan persetujuan ulang harga. Apabila bahan sudah dibeli atau produksi dimulai, jelaskan perhitungan biaya yang telah timbul sesuai kebijakan yang disepakati. Perubahan belum berlaku sebelum dikonfirmasi kedua pihak dan diperbarui pada catatan pesanan.

Cek Kapasitas Bahan dan Produksi Sebelum Pesanan Dikonfirmasi

Kasir atau tim penjualan tidak sebaiknya menjanjikan pesanan hanya karena tanggal masih tersedia. PIC outlet perlu meminta verifikasi dari dapur dan persediaan sebelum memberikan konfirmasi akhir.

• Bahan dan kemasan: hitung kebutuhan berdasarkan resep, stok layak pakai, pesanan bahan yang sedang berjalan, serta waktu pasok supplier.

• Kapasitas dapur: periksa jumlah porsi yang bisa diproduksi per jam, ruang persiapan, peralatan, penyimpanan, dan kebutuhan pengendalian suhu.

• Tenaga kerja dan pesanan lain: perhitungkan jam kerja, pesanan harian, shift, serta tambahan staf bila diperlukan.

• Pengiriman: pastikan kendaraan, kurir, waktu perjalanan, kapasitas angkut, dan buffer keterlambatan tersedia.

Jika satu paket memerlukan 150 gram ayam, kebutuhan teoritis 100 paket adalah 15 kg ayam. Tambahkan cadangan atau koreksi hasil potong hanya berdasarkan data resep dan susut aktual, agar stok tidak diperkirakan asal. Jika kapasitas tidak cukup, tawarkan jumlah, menu, atau waktu penyerahan alternatif sebelum menerima DP.

Buat Production Plan Berdasarkan Waktu Pengiriman

Rencana produksi perlu dihitung mundur dari waktu pesanan diterima pelanggan, bukan dari saat dapur mulai senggang. Susun urutan bahan, memasak, pemeriksaan kualitas, pengemasan, dan keberangkatan, lalu sisipkan waktu cadangan untuk gangguan yang wajar.

Contoh simulasi untuk 100 paket yang harus tiba pukul 11.30, dengan asumsi perjalanan sekitar 30 menit dan waktu cadangan sudah dipertimbangkan:

• H-1: bahan dan kemasan siap, daftar menu dikunci, serta PIC dan urutan pekerjaan disepakati.

• 07.30–08.30: persiapan bahan, penimbangan, dan pengelompokan menu.

• 08.30–10.00: memasak per batch sesuai kapasitas dan standar keamanan pangan.

• 10.00–10.40: pemeriksaan kualitas, pengemasan, pelabelan, dan hitung ulang paket.

• 10.40–11.00: pemeriksaan akhir dokumen, muatan, dan keberangkatan paling lambat pukul 11.00.

• 11.30: target pesanan diterima dan ada bukti serah-terima.

Waktu di atas hanya contoh. Tim harus menghitung durasi aktual, pengendalian suhu dan masa aman makanan, serta kondisi lalu lintas sesuai situasi. Cantumkan target per menu, jumlah per batch, PIC, waktu mulai dan selesai, serta status pengerjaan pada rencana produksi.

Koordinasi Dapur, Pengemasan, Kasir, dan Pengiriman

Sumber: istockphoto

Agar tidak ada informasi yang terputus, semua tim menggunakan satu nomor pesanan dan satu versi rincian yang telah disetujui. Pada setiap perpindahan tanggung jawab, pihak penerima perlu mengonfirmasi jumlah, waktu, dan status terakhir.

• Dapur: memastikan produksi sesuai resep, jumlah, urutan batch, serta standar mutu dan keamanan pangan.

• Pengemasan: memeriksa isi per paket, label nama/menu, kebutuhan alat makan, dan total paket selesai.

• Kasir/administrasi: memeriksa harga akhir, DP masuk, sisa tagihan, metode pelunasan, serta bukti pembayaran.

• Pengiriman/serah-terima: memastikan alamat dan kontak penerima, kendaraan, jadwal, dokumen muatan, dan bukti penerimaan pelanggan.

Sebagai contoh, BO-025 baru boleh berstatus “siap kirim” setelah tim pengemasan memverifikasi 100 paket dan PIC administrasi memeriksa status pembayaran sesuai kesepakatan. Keterlambatan atau kekurangan harus segera dieskalasikan kepada PIC outlet dan pelanggan bila memengaruhi waktu atau jumlah yang dijanjikan.

Baca juga: Mengenal Sistem Order Restoran serta Rekomendasi yang Tepat untuk Bisnis Kuliner

SOP Perubahan atau Pembatalan Mendekati Hari H

Perubahan jumlah peserta, perpindahan lokasi acara, atau pembatalan sebagian pesanan dapat memengaruhi bahan yang telah dibeli dan jadwal kerja. Gunakan satu jalur perubahan resmi supaya dapur tidak menjalankan instruksi versi lama.

• Langkah 1 — Terima permintaan: PIC mencatat waktu permintaan, rincian lama, rincian baru, dan identitas pihak pelanggan.

• Langkah 2 — Cek dampak: dapur, persediaan, administrasi, dan pengiriman mengevaluasi kemampuan produksi, biaya yang sudah timbul, serta tenggat.

• Langkah 3 — Putuskan: manajer menyetujui, menolak, atau menawarkan alternatif sesuai kebijakan cut-off dan syarat DP.

• Langkah 4 — Konfirmasi tertulis: pelanggan menyetujui perubahan harga, jumlah, waktu, dan konsekuensi pembayaran bila ada.

• Langkah 5 — Sebarkan versi baru: perbarui satu catatan pesanan; semua PIC menandai bahwa revisi telah diterima.

Jika pembatalan terjadi saat produksi telah berjalan, hentikan pekerjaan yang masih mungkin dihentikan dengan aman, catat bahan dan pekerjaan yang terlanjur digunakan, lalu selesaikan konsekuensi biaya berdasarkan syarat yang telah disepakati. Jangan menghapus pesanan lama tanpa riwayat revisi.

Checklist H-1 dan Hari H

Gunakan daftar berikut sebagai dokumen serah-terima operasional. Cantumkan PIC, waktu pemeriksaan, dan status setiap item; tanda centang tidak menggantikan bukti pekerjaan yang diperlukan.

Checklist H-1

☐ Rincian final menu, varian, jumlah, dan instruksi khusus telah disetujui pelanggan.

☐ Tanggal/jam penyerahan, alamat, kontak penerima, dan metode ambil/kirim dikonfirmasi.

☐ Bahan dan kemasan tersedia atau ada rencana pengadaan yang sudah dipastikan.

☐ Kapasitas dapur, alat, staf, serta jadwal produksi per batch telah disepakati.

☐ DP/pelunasan dan syarat perubahan pesanan telah diperiksa.

☐ Daftar pengemasan, label, rute, kendaraan, dan PIC tiap fungsi sudah siap.

☐ Seluruh tim telah menerima nomor pesanan dan versi rincian terbaru.

Checklist Hari H

☐ Bahan, alat, kebersihan, dan kondisi keamanan pangan telah diperiksa.

☐ Produksi berjalan sesuai target per menu dan dicatat penyimpangannya.

☐ Kualitas, suhu penanganan, label, dan jumlah paket diperiksa ulang.

☐ Jumlah paket siap kirim cocok dengan rincian pesanan yang telah disetujui.

☐ Status pembayaran dan dokumen pengiriman sudah diverifikasi.

☐ Kurir/penanggung jawab membawa alamat, kontak, dan jadwal penyerahan.

☐ Bukti serah-terima, waktu diterima, dan keluhan pelanggan (jika ada) dicatat.

Setelah Pesanan Selesai: Evaluasi Actual Cost dan Kendala

Setelah pelanggan menerima pesanan, bandingkan biaya aktual dengan estimasi awal. Catat pemakaian bahan, kemasan, tambahan jam kerja, transportasi, bahan terbuang, dan produk yang harus dibuat ulang. Pisahkan biaya produksi dari pendapatan agar tim mengetahui kontribusi pesanan besar terhadap bisnis.

Contoh: anggaran bahan 100 paket adalah Rp2.000.000, tetapi pemakaian aktual mencapai Rp2.200.000. Selisih biaya bahan adalah Rp200.000 atau 10% dari anggaran bahan. Ini belum menunjukkan margin akhir karena biaya pengemasan, tenaga kerja, pengiriman, dan nilai penjualan tetap harus diperhitungkan.

Tuliskan juga penyebab selisih dan tindakan korektif, misalnya memperbaiki standar porsi, menambah buffer pengiriman, atau meninjau syarat perubahan H-1. Rekap singkat per nomor pesanan membuat SOP berikutnya diperbaiki berdasarkan hasil nyata.

FAQ Seputar SOP Pre-order Restoran

Apa bedanya pre-order dan bulk order?

Pre-order mengacu pada pemesanan sebelum waktu penyerahan, sedangkan bulk order adalah pesanan dalam jumlah besar yang membutuhkan pengecekan kapasitas, produksi, dan logistik secara khusus. Satu pesanan bisa masuk kedua kategori sekaligus.

Berapa lead time yang ideal untuk katering restoran?

Tidak ada batas universal. Restoran perlu mempertimbangkan jumlah porsi, kompleksitas menu, bahan yang harus dipesan, kapasitas per jam, dan pengiriman. Contoh H-2 atau H-4 harus diperlakukan sebagai kebijakan simulasi yang dievaluasi.

Apakah pesanan besar harus menggunakan DP?

DP membantu memastikan komitmen pelanggan dan pengadaan, tetapi nominal serta aturan pengembaliannya harus disampaikan dan disepakati sebelum pembayaran. Pastikan status DP dan sisa pelunasan tercatat pada pesanan yang sama.

Bagaimana jika pelanggan meminta perubahan pada H-1?

PIC memeriksa kesediaan bahan, kapasitas, biaya yang telah timbul, dan aturan cut-off. Perubahan hanya diterapkan setelah manajer dan pelanggan menyetujui revisi secara tertulis serta semua tim menerima rincian terbaru.

Apa cara paling aman menghindari salah jumlah paket?

Gunakan satu nomor pesanan, catat jumlah per menu, lakukan hitung ulang pada akhir produksi dan pengemasan, lalu cocokkan hasilnya dengan daftar serah-terima sebelum dikirim.

Kesimpulan

SOP pre-order restoran untuk pesanan besar perlu menghubungkan catatan pelanggan, persetujuan, kapasitas bahan, rencana produksi, pembayaran, pengemasan, dan pengiriman. Status pesanan yang jelas membantu setiap tim mengetahui kapan pekerjaan boleh dimulai dan versi permintaan mana yang harus diikuti.

Pencatatan manual bisa menjadi langkah awal, tetapi saat pesanan bertambah restoran membutuhkan satu catatan pesanan yang dapat dihubungkan ke alur transaksi dan produksi, bukan hanya riwayat chat.

Untuk menerima dan mencatat pesanan digital beserta pembayaran melalui kanal terintegrasi, restoran dapat mengenal ESB Order. Sementara itu, pengelolaan persediaan, resep, dan proses produksi bisa dievaluasi melalui ESB Core sesuai konfigurasi dan kebutuhan integrasi bisnis.

Pelajari juga ESB Core untuk kebutuhan pengendalian bahan, produksi, dan data operasional yang lebih terhubung. Konfirmasikan alur pesanan besar dan kemampuan integrasi yang diperlukan bersama tim ESB sebelum implementasi.

ESB

Ruko Paramount Center II Blok B/8,
Jl. CBD Gading Serpong, Tangerang 15810

150358

(08.30 - 18.00) GMT+7

InstagramFacebookTikTokLinkedInEmail
Copyright 2026 © PT. Esensi Solusi Buana