Pernahkah kamu memperhatikan bahwa total tagihan restoran sering kali lebih besar dari harga makanan yang tertera di menu?
Hal ini disebabkan adanya biaya tambahan seperti service charge dan service tax yang dibebankan kepada pelanggan. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara keduanya?
Dalam artikel ini, ESB akan bahas lebih lanjut dan rinci terkait service charge dan service tax.
Apa itu Service Tax?
Service tax atau pajak restoran adalah pajak yang ditetapkan oleh pemerintah dan dikelola oleh pemerintah daerah setempat.
Mengutip dari tempo, pajak ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Menurut Pasal 39, dasar pengenaan pajak restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima restoran, dan tarifnya maksimal 10% dari total transaksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1).
Pajak ini wajib disetorkan ke pemerintah daerah sebagai salah satu bentuk kontribusi restoran terhadap pendapatan daerah.
Perlu diingat bahwa pajak restoran berbeda dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
- Pajak Restoran: Dikelola oleh pemerintah daerah.
- PPN: Dikelola oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak.
Tarif PPN saat ini adalah 11%, berdasarkan UU Nomor 42 Tahun 2009 yang telah diubah menjadi UU Nomor 7 Tahun 2021. Tarif ini direncanakan naik menjadi 12% paling lambat pada Januari 2025.
Dengan memahami perbedaan ini, sebagai pemilik bisnis kuliner dan restoran, kamu dapat lebih bijak saat mengevaluasi tagihan restoran.
Apa Itu Service Charge?
Sementara itu, service charge adalah biaya tambahan yang ditetapkan oleh restoran sebagai bentuk apresiasi atas layanan yang diberikan.
Besaran service charge tidak diatur pemerintah dan bergantung pada kebijakan masing-masing restoran. Biasanya, service charge berkisar antara 5 - 20% dari total transaksi.
Sebagai contoh:
Jika total tagihan pelanggan adalah Rp300.000 dan restoran menetapkan service charge sebesar 10%, maka biaya tambahan yang harus pelanggan bayar adalah Rp30.000.
Baca juga: Tak Perlu Aplikasi! Perhatikan 3 Cara Scan Barcode QR Menu Makanan dari Smartphone
Perbedaan Utama antara Service Tax dan Service Charge
Berikut perbedaan antara service tax dan service charge yang dapat dijelaskan melalui tabel:
| Aspek | Service Tax | Service Charge |
| Pengaturan | Diatur pemerintah melalui undang-undang | Ditentukan oleh kebijakan restoran |
| Tujuan | Disetorkan ke pemerintah daerah | Digunakan untuk operasional restoran, termasuk gaji staf |
| Kewajiban | Wajib dikenakan pada transaksi di restoran tertentu. | Opsional, tergantung kebijakan restoran. |
Cara Menghitung Service Charge dan Service Tax
Misalkan pelanggan makan di restoran milikmu dengan total tagihan Rp200.000, dan restoran tersebut menerapkan:
- Service tax: 10%
- Service charge: 11%
Maka, perhitungannya adalah:
| Rp 200.000 x (10% + 11%) = Rp242.000 |
Mengapa Service Charge Penting untuk Restoran
Service charge memiliki fungsi penting dalam operasional restoran, di antaranya:
1. Mengganti tips
Biaya ini memastikan staf restoran mendapatkan kompensasi yang adil tanpa bergantung pada tips pelanggan.
2. Menjaga stabilitas keuangan restoran
Pendapatan dari service charge digunakan untuk membayar gaji staf, pemeliharaan fasilitas, dan peningkatan layanan.
3. Memotivasi staf untuk memberikan pelayanan terbaik
Dengan adanya service charge, staf memiliki dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan demi memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
Dampak Penerapan Service Charge Bagi Bisnis Kuliner
Penerapan service charge dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Jika pelanggan tidak menyadari adanya biaya tambahan ini, mereka dapat terkejut melihat total tagihan yang harus mereka bayar.
Namun, ada pula pelanggaran yang melihat biaya pelayanan ini merupakan cara untuk memberikan apresiasi terhadap pelayanan restoran kepada mereka. Selama layanan yang diterima sebanding dengan biaya yang dikenakan, service charge cenderung dapat diterima dengan baik.
Jadi, restoran harus memastikan bahwa service charge tercantum dengan jelas pada struk pembelian memastikan bahwa informasi mengenai service charge disampaikan secara transparan.
Untuk restoran sendiri, service charge dapat memberikan manfaat bagi operasional, seperti membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendorong kualitas pelayanan yang lebih baik.
Tips Mengenali Service Charge dan Service Tax di Struk Restoran
Beberapa restoran mungkin tidak mencantumkan langsung istilah "service charge" atau "service tax" pada struk pembelian.
Sebagai gantinya, mereka menggunakan simbol seperti ++, yang berarti harga makanan belum termasuk kedua biaya tersebut.
Baca juga: Baru! VAT Invoice Number: Solusi Mudah untuk Pantau Nomor Faktur dan Pelaporan Pajak
FAQ Seputar Service Charge
1. Berapa persen Service Charge di Restoran?
Tidak ada aturan baku yang mewajibkan nominalnya, namun industri F&B di Indonesia umumnya mematok angka 5% hingga 10% dari subtotal tagihan.
2. Apakah Service Tax (Pajak Restoran) sama dengan PPN?
Berbeda. PPN ditarik oleh Pemerintah Pusat untuk kas negara, sementara Pajak Restoran (PBJT) ditarik oleh Pemerintah Daerah (Kabupaten/Kota) untuk kas daerah. Restoran tidak boleh mengenakan PPN dan Pajak Restoran secara bersamaan.
3. Jika pelayanan buruk, bolehkah pelanggan menolak bayar Service Charge?
Secara etika bisnis, pelanggan berhak komplain. Beberapa manajer restoran mungkin akan memberikan diskon atau menghapus service charge sebagai bentuk recovery kepuasan pelanggan, namun secara sistem, biaya tersebut sudah terprogram di kasir jika pelanggan memesan dine-in.
4. Apakah restoran Takeaway/Delivery dikenakan Service Charge?
Umumnya tidak. Service charge hanya dikenakan untuk layanan makan di tempat (dine-in) karena membutuhkan pelayan, meja, dan fasilitas restoran.
Penutup
Memahami service tax dan service charge penting untuk memastikan tagihan restoran sesuai.
Service charge adalah biaya yang dikenakan kepada pelanggan berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan karyawan, sedangkan service tax merupakan kewajiban pajak yang harus disetorkan kepada pemerintah.
Untuk pemilik bisnis, ESB POS mempermudah pengelolaan transaksi, termasuk perhitungan tax dan service charge secara otomatis, sehingga kamu sebagai business owner bisa fokus memberikan pelayanan terbaik.
Optimalkan bisnis kuliner dengan ESB POS dan kelola operasional lebih efisien dan minim risiko kesalahan.
Hubungi WhatsApp ESB untuk jadwalkan demo gratis dan tingkatkan level operasional restoranmu!
