SHARE

Menu Coffee Shop Lengkap dan Tips Menentukan Menu yang Tepat

Sovia
menu coffee shop

Menyusun menu coffee shop bukan sekadar memilih daftar minuman lalu menampilkannya di papan menu. 

Di balik setiap espresso yang tersaji dan setiap latte art yang cantik, ada strategi bisnis yang matang. 

Menu adalah wajah dari coffee shop, sekaligus alat komunikasi yang menunjukkan karakter, kualitas, dan positioning brand di mata pelanggan.

Selain minuman, pemilihan menu makanan yang ada di coffee shop juga ikut menentukan pengalaman nongkrong secara keseluruhan. 

Kombinasi kopi dan makanan pendamping yang tepat bisa meningkatkan nilai transaksi sekaligus membuat pelanggan betah lebih lama.

Banyak coffee shop gagal berkembang bukan karena kopinya kurang enak, melainkan karena menu yang tidak terarah. 

Terlalu sedikit pilihan membuat pelanggan cepat bosan, terlalu banyak pilihan justru membingungkan dan menyulitkan operasional. Jadi, bagaimana cara menyusun menu yang ideal? Mari kita bahas satu per satu.

Kenapa Menu Coffee Shop Tidak Bisa Disusun Sembarangan?

Menu coffee shop adalah fondasi pengalaman pelanggan. Saat seseorang datang ke sebuah coffee shop, hal pertama yang mereka lihat setelah suasana ruangan adalah daftar menu. 

Dari sana, persepsi mulai terbentuk. Apakah tempat ini fokus pada kopi klasik? Apakah konsepnya modern dan eksperimental? Atau justru mengusung nuansa tradisional?

Pemilihan menu juga sangat memengaruhi loyalitas pelanggan. Jika variasi minuman terlalu terbatas, pelanggan tidak punya alasan untuk kembali mencoba hal baru. 

Sebaliknya, jika menunya terlalu kompleks tanpa arah yang jelas, proses pemesanan menjadi lambat dan membingungkan, baik untuk pelanggan maupun barista.

Selain itu, setiap menu yang ditambahkan akan berdampak pada stok bahan baku, proses penyimpanan, hingga kecepatan penyajian. 

Semakin banyak variasi tanpa perhitungan, semakin besar potensi pemborosan. 

Karena itu, menyusun menu coffee shop perlu mempertimbangkan target market, kapasitas tim, kualitas bahan baku, dan konsistensi rasa.

Menu juga menjadi identitas brand. Coffee shop dengan pilihan manual brew lengkap akan terlihat berbeda dibanding tempat yang fokus pada minuman manis kekinian. 

Konsistensi konsep inilah yang membuat brand mudah dikenali dan dipercaya.

Tidak hanya minuman, komposisi menu makanan yang ada di coffee shop juga perlu disesuaikan dengan konsep bisnis. 

Pastry ringan, cake, atau menu savory sederhana bisa menjadi pelengkap yang meningkatkan pengalaman pelanggan. 

Tanpa perencanaan yang matang, menu makanan justru bisa membebani operasional dan memperbesar potensi waste bahan baku.

Baca juga: Mau Buka Bisnis Franchise Coffee Shop? Ikuti Tips Ini!

Jenis Minuman yang Biasanya Ada di Menu Coffee Shop

Jenis Minuman yang Biasanya Ada di Menu Coffee Shop

Sumber: freepik.com

Berikut berbagai jenis minuman yang umum ditemukan dalam menu coffee shop, baik di Indonesia maupun di berbagai negara.

1. Espresso

Espresso adalah dasar dari hampir semua minuman kopi modern. Diseduh menggunakan tekanan tinggi, menghasilkan cairan pekat dengan crema keemasan di atasnya. 

Rasanya kuat, intens, dan memiliki karakter khas. Biasanya disajikan dalam cangkir kecil atau disebut shot.

2. Americano

Americano dibuat dengan menambahkan air panas ke dalam espresso. Rasanya lebih ringan dibanding espresso, tetapi tetap mempertahankan karakter kopi yang kuat.

Minuman ini cocok untuk pelanggan yang ingin kopi hitam dengan intensitas lebih halus. Perbandingan air dan espresso bisa disesuaikan selera.

3. Long Black

Long black sering disamakan dengan americano, padahal teknik penyajiannya berbeda. Air panas dituangkan terlebih dahulu sebelum espresso ditambahkan. 

Metode ini menjaga crema tetap utuh. Rasanya biasanya lebih bold dibanding americano.

4. Cappuccino

Cappuccino terdiri dari espresso, steamed milk, dan foam susu dengan perbandingan seimbang. 

Teksturnya lembut dengan lapisan busa tebal di atasnya. Minuman ini sering diberi taburan bubuk cokelat atau kayu manis. Rasanya seimbang antara kuat dan creamy.

5. Coffee Latte

Latte memiliki porsi susu lebih banyak dibanding cappuccino. Teksturnya creamy dan rasa kopinya lebih ringan. 

Latte sering dihias dengan latte art untuk menambah nilai estetika. Varian rasa seperti vanilla atau caramel juga populer.

6. Flat White

Flat white menggunakan espresso dan steamed milk dengan microfoam yang sangat halus. Rasio kopi lebih tinggi dibanding latte. Teksturnya lembut tanpa busa tebal. Rasa kopi biasanya lebih terasa.

7. Macchiato

Macchiato berarti “ternoda” dalam bahasa Italia. Minuman ini berupa espresso dengan sedikit tambahan susu di atasnya. Karena susunya sangat sedikit, rasa kopi tetap dominan. Biasanya dinikmati sebagai minuman sore hari.

8. Mocha

Mocha menggabungkan espresso, susu, dan cokelat. Rasanya manis dengan sentuhan pahit khas kopi. Cocok untuk pelanggan yang menyukai minuman manis. Teksturnya lembut dan kaya rasa.

9. Mochaccino

Mochaccino mirip dengan mocha, tetapi biasanya memiliki tambahan whipped cream di atasnya. Rasa cokelatnya tidak sekuat mocha. Minuman ini terasa lebih creamy dan indulgent. Cocok sebagai dessert drink.

10. Affogato

Affogato adalah perpaduan kopi dan dessert. Espresso panas dituangkan di atas es krim vanila. Perpaduan suhu panas dan dingin menciptakan sensasi unik. Cocok untuk pelanggan yang ingin kopi sekaligus camilan manis.

11. Cold Brew

Cold brew diseduh menggunakan air dingin selama 12–24 jam. Hasilnya lebih smooth dan rendah keasaman. Rasanya ringan dan menyegarkan. Biasanya disajikan dengan es.

12. Frappe

Frappe dibuat dengan cara diblender bersama es dan susu. Teksturnya lembut dan dingin. Biasanya ditambahkan sirup rasa seperti cokelat atau karamel. Cocok untuk pasar muda.

13. Iced Latte

Iced latte adalah versi dingin dari latte. Espresso dicampur susu dingin dan es. Rasanya ringan dan menyegarkan. Sangat populer di negara tropis.

14. Iced Americano

Minuman ini adalah espresso yang dicampur air dan es. Rasanya ringan dan tidak creamy. Cocok untuk pelanggan yang ingin kopi hitam dingin. Biasanya jadi pilihan cepat dan praktis.

15. Es Kopi Susu Gula Aren

Menu ini sangat populer di Indonesia. Perpaduan espresso, susu, dan gula aren menciptakan rasa manis khas. Harganya relatif terjangkau. Cocok untuk berbagai kalangan.

16. Kopi Tubruk

Kopi tubruk adalah metode tradisional Indonesia. Bubuk kopi langsung diseduh air panas tanpa disaring. Rasanya kuat dan autentik. Biasanya ampas kopi mengendap di dasar gelas.

17. Vietnam Drip

Metode ini menggunakan alat saring khusus dari logam. Kopinya kental dan kuat. Biasanya ditambahkan susu kental manis. Rasanya manis dan bold.

18. Manual Brew V60

V60 menggunakan teknik pour over dengan filter berbentuk kerucut. Hasil seduhannya bersih dan jernih. Rasa kopi lebih kompleks. Cocok untuk specialty coffee.

19. Doppio

Doppio adalah double shot espresso. Rasanya lebih kuat dibanding espresso biasa. Cocok untuk pelanggan yang butuh ekstra kafein. Disajikan dalam porsi lebih besar.

20. Iced Coffee Blend Seasonal

Banyak coffee shop menghadirkan varian musiman seperti pumpkin latte atau minuman spesial hari raya. Menu seasonal menciptakan rasa eksklusif. 

Biasanya tersedia dalam waktu terbatas. Strategi ini efektif menarik kunjungan ulang.

Cara Menentukan Menu Coffee Shop yang Tepat

Menyusun menu tidak boleh asal lengkap. Berikut strategi yang bisa diterapkan:

1. Kenali Target Market

Coffee shop dekat kampus mungkin butuh menu affordable dan kekinian. Sementara lokasi perkantoran bisa fokus pada kopi berkualitas dan menu praktis.

2. Pastikan Kualitas Biji Kopi

Kopi adalah produk utama. Pilih supplier terpercaya dan simpan biji kopi dengan benar agar kualitas tetap terjaga.

3. Sediakan Variasi Tanpa Terlalu Banyak

Terlalu banyak pilihan bisa membuat operasional rumit. Fokus pada menu yang benar-benar laku dan punya margin sehat.

4. Hadirkan Menu Seasonal

Seasonal drink saat momen tertentu bisa meningkatkan engagement dan menciptakan sense of exclusivity.

5. Evaluasi Secara Berkala

Gunakan data penjualan untuk melihat menu mana yang laris, mana yang perlu diperbaiki, dan mana yang sebaiknya dihentikan.

Baca juga: 15+ Menu Starbucks yang Recommended & Jadi Favorit Pelanggan

Frequently Asked Questions Seputar Menu Coffee Shop

1. Apa saja menu coffee shop yang paling sering dipesan?

Biasanya latte, cappuccino, espresso, dan es kopi susu menjadi favorit karena rasanya mudah diterima berbagai kalangan.

2. Berapa jumlah ideal menu dalam coffee shop?

Idealnya 20–40 item yang benar-benar terkurasi, agar operasional tetap efisien dan stok bahan terkendali.

3. Apakah perlu menyediakan menu non-kopi?

Perlu. Teh, cokelat, dan minuman non-kafein membantu menjangkau pelanggan yang tidak mengonsumsi kopi.

4. Bagaimana cara tahu menu mana yang harus dipertahankan?

Lihat data penjualan, margin keuntungan, dan feedback pelanggan secara rutin.

5. Apakah menu makanan penting dalam coffee shop?

Ya. Selain minuman, menu makanan yang ada di coffee shop berperan meningkatkan average order value dan memperpanjang durasi kunjungan pelanggan.

Kesimpulan

Menyusun menu coffee shop membutuhkan strategi, riset, dan pemahaman terhadap karakter pasar. Dari espresso klasik hingga cold brew modern, setiap pilihan minuman mencerminkan identitas brand

Menu yang tepat bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun loyalitas dan pengalaman pelanggan yang konsisten.

Kalau ingin operasional coffee shop lebih rapi dan terkontrol, digitalisasi jadi langkah penting. 

ESB menghadirkan ekosistem lengkap untuk bisnis FnB, mulai dari sistem POS, ERP, kiosk, sistem pemesanan makanan online, manajemen supply chain, hingga sistem antrean pelanggan. 

ESB POS adalah aplikasi kasir holistik khusus bisnis kuliner yang mampu mendeteksi dan mencegah fraud, mengelola menu serta promosi, menyediakan fitur manajemen meja paling lengkap seperti split bill dan move table, mendukung multi-kasir, customer display, hingga terintegrasi dengan GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood.

Sistemnya juga terhubung dengan display kitchen sehingga crew dapur bisa memproses pesanan lebih cepat dan akurat. 

Dengan dukungan loyalty program, voucher digital, reservasi, dan sistem deposit untuk konsep food court, operasional jadi lebih efisien dan scalable.

Yuk, hubungi tim ESB sekarang dan manfaatkan berbagai solusi dengan ekosistem ESB untuk bisnis kulinermu!

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya