Dalam dunia bisnis, terutama bisnis kuliner, urusan pembayaran bukan cuma soal kapan uang masuk ke rekening.
Di balik setiap transaksi, ada pengaturan yang menentukan kapan tagihan harus dibayar, metode pembayaran yang digunakan, sampai konsekuensi jika terjadi keterlambatan. Pengaturan inilah yang dikenal dengan istilah term of payment.
Banyak pelaku usaha yang baru sadar pentingnya term of payment setelah mengalami cash flow tersendat. Misalnya, restoran harus membeli bahan baku setiap hari, membayar gaji karyawan, dan menutup biaya operasional, sementara pembayaran dari pelanggan atau partner bisnis belum juga masuk.
Kondisi seperti ini cukup sering terjadi, terutama ketika bisnis mulai berkembang dan transaksi makin kompleks.
Karena itu, memahami term of payment menjadi hal penting untuk menjaga kestabilan keuangan usaha. Dengan pengaturan pembayaran yang jelas, bisnis bisa lebih mudah memperkirakan pemasukan, mengontrol pengeluaran, dan menjaga hubungan baik dengan supplier maupun pelanggan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang term of payment artinya apa, jenis-jenis yang paling sering digunakan, hingga strategi mengaturnya agar cash flow bisnis tetap sehat, khususnya untuk industri kuliner.
Apa Itu Term of Payment?
Term of payment artinya ketentuan atau kesepakatan mengenai cara dan waktu pembayaran dalam sebuah transaksi bisnis.
Istilah ini sering juga disebut payment term. Biasanya, term of payment dicantumkan dalam invoice, kontrak kerja sama, atau dokumen transaksi lainnya agar kedua belah pihak memiliki acuan yang jelas terkait pembayaran.
Kalau dijelaskan lebih sederhana, term of payment artinya adalah aturan yang mengatur kapan pelanggan harus membayar tagihan, metode pembayaran yang diterima, apakah ada denda keterlambatan, hingga kemungkinan diskon untuk pembayaran lebih cepat.
Dalam praktik bisnis sehari hari, term of payment artinya dalam bahasa Indonesia bisa dipahami sebagai syarat pembayaran. Ketentuan ini sangat penting karena membantu penjual maupun pembeli memahami hak dan kewajiban masing masing dalam transaksi.
Di industri kuliner, term of payment punya peran besar dalam menjaga operasional tetap berjalan lancar.
Contohnya, restoran yang rutin membeli bahan baku dari supplier biasanya tidak selalu melakukan pembayaran tunai di hari yang sama. Ada supplier yang memberikan tempo pembayaran 7 hari, 14 hari, bahkan 30 hari setelah invoice diterima.
Sementara itu, bisnis katering atau restoran yang melayani pesanan perusahaan juga sering menerapkan sistem pembayaran bertahap atau tempo tertentu.
Dengan adanya kesepakatan pembayaran yang jelas, kedua pihak bisa menjalankan kerja sama dengan lebih nyaman dan profesional.
Jenis-Jenis Term of Payment
Dalam praktik bisnis, ada beberapa jenis term of payment yang paling sering digunakan. Masing masing memiliki sistem, keuntungan, dan tujuan berbeda tergantung kebutuhan bisnis maupun karakter transaksi yang dilakukan.
Berikut beberapa jenisnya:
1. Cash on Delivery (COD)
Cash on Delivery atau COD adalah sistem pembayaran yang dilakukan saat barang diterima pelanggan.
Metode ini cukup populer karena memberikan rasa aman bagi pembeli. Mereka bisa memastikan barang diterima lebih dulu sebelum melakukan pembayaran.
Di bisnis kuliner, COD sering digunakan untuk pengiriman makanan, bahan baku lokal, atau pesanan dalam skala kecil.
Misalnya, restoran menerima kiriman seafood segar dari supplier pagi hari lalu langsung membayarnya setelah kualitas barang dicek.
Bagi penjual, sistem ini membantu mempercepat penerimaan pembayaran karena transaksi selesai di hari yang sama. Namun, bisnis juga tetap perlu mengantisipasi risiko penolakan barang atau retur jika kualitas produk tidak sesuai ekspektasi pelanggan.
2. Cash Before Delivery (CBD)
Berbeda dengan COD, sistem CBD mengharuskan pembeli menyelesaikan pembayaran sebelum barang dikirim. Metode ini umum digunakan pada transaksi sederhana dengan nominal kecil hingga menengah.
Dalam bisnis kuliner, supplier bahan baku kadang menerapkan CBD untuk pelanggan baru yang belum memiliki riwayat transaksi. Dengan begitu, supplier bisa mengurangi risiko gagal bayar.
Sistem ini juga membantu bisnis mendapatkan dana lebih cepat sehingga cash flow tetap terjaga. Namun, kepercayaan pelanggan tetap harus dibangun karena tidak semua pembeli nyaman membayar sebelum barang diterima.
3. Cash in Advance (CIA)
Cash in Advance adalah metode pembayaran penuh di awal sebelum produk diproses atau dikirimkan. Term of payment ini biasanya diterapkan untuk transaksi bernilai besar, pesanan khusus, atau kerja sama dalam jangka panjang.
Contohnya, restoran yang memesan peralatan dapur custom atau membeli bahan impor dalam jumlah besar sering diminta melakukan pembayaran penuh di muka.
Supplier menggunakan metode ini untuk memastikan keamanan transaksi sebelum produksi dimulai.
Bagi bisnis, sistem CIA sangat membantu mengurangi risiko kerugian akibat pembatalan pesanan atau keterlambatan pembayaran.
4. Net 30, Net 60, dan Net 90
Metode ini memberikan tenggat waktu pembayaran setelah invoice diterbitkan. Misalnya, Net 30 berarti pelanggan wajib melunasi tagihan maksimal 30 hari setelah invoice diterima.
Di industri kuliner, sistem Net 30 cukup sering digunakan antara restoran dan supplier bahan baku. Dengan adanya tempo pembayaran, restoran bisa tetap menjalankan operasional sambil mengatur pemasukan harian terlebih dahulu.
Semakin panjang tenggat pembayaran, semakin besar fleksibilitas bagi pembeli. Namun di sisi lain, penjual juga perlu mengelola risiko keterlambatan pembayaran agar cash flow tidak terganggu.
5. Down Payment (DP)
Down payment atau uang muka adalah sistem pembayaran sebagian di awal transaksi. Setelah itu, sisa pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan.
Metode ini banyak digunakan dalam bisnis katering, event, atau pemesanan dalam jumlah besar. Misalnya, pelanggan membayar 50% di awal untuk booking katering acara pernikahan, lalu sisanya dibayar mendekati hari acara.
DP membantu bisnis mendapatkan modal awal untuk membeli bahan baku dan mempersiapkan operasional tanpa harus menggunakan seluruh dana pribadi.
6. Progress Payment
Progress payment adalah pembayaran bertahap berdasarkan progres pekerjaan atau layanan yang sudah diselesaikan. Sistem ini umum digunakan pada proyek jangka panjang.
Dalam bisnis kuliner, progress payment bisa diterapkan untuk proyek pengadaan makanan rutin perusahaan atau kerja sama catering bulanan. Pembayaran dilakukan secara berkala sesuai pencapaian layanan yang sudah berjalan.
Metode ini membantu menjaga arus kas tetap stabil karena bisnis menerima pembayaran selama proyek berlangsung, bukan hanya di akhir pekerjaan.
7. Net EOM (End of Month)
Net EOM adalah sistem pembayaran yang jatuh temponya berada di akhir bulan.
Jadi, meskipun invoice diterbitkan di pertengahan bulan, pembayaran tetap dilakukan saat akhir bulan sesuai kesepakatan.
Metode ini mempermudah pengelolaan administrasi karena bisnis memiliki jadwal pembayaran yang lebih teratur dan konsisten. Biasanya, sistem ini digunakan oleh perusahaan yang memiliki banyak invoice dalam satu periode.
8. 2/10 Net 30
Sistem ini menawarkan diskon bagi pelanggan yang membayar lebih cepat. Misalnya, pelanggan mendapat potongan 2% jika melunasi tagihan dalam 10 hari, meskipun jatuh tempo maksimal tetap 30 hari.
Strategi ini cukup efektif untuk mempercepat arus kas bisnis. Pelanggan merasa diuntungkan karena mendapat harga lebih murah, sementara penjual bisa menerima pembayaran lebih cepat.
Baca juga: Multi Payment Artinya: Pengertian, Keuntungan, Alur Penggunaan dan Jenis Metode Pembayaran Digital
Mengapa Term of Payment Penting Bagi Bisnis?
Sumber: magnific.com
Banyak pelaku usaha menganggap term of payment hanya sekadar aturan administrasi. Padahal, sistem pembayaran yang tepat bisa sangat memengaruhi kesehatan bisnis secara keseluruhan, terutama dalam menjaga cash flow dan hubungan kerja sama.
Berikut beberapa alasan mengapa term of payment penting untuk bisnis:
1. Menjaga Stabilitas Cash Flow
Cash Flow adalah salah satu fondasi utama dalam bisnis kuliner. Walaupun penjualan ramai, bisnis tetap bisa kesulitan operasional jika pembayaran sering terlambat.
Dengan term of payment yang jelas, bisnis dapat memperkirakan kapan uang akan masuk dan kapan pengeluaran harus dilakukan.
Hal ini membantu pemilik usaha mengatur kebutuhan operasional seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, hingga biaya harian lainnya.
2. Mengurangi Risiko Gagal Bayar
Ketentuan pembayaran yang jelas membantu mengurangi risiko pelanggan menunda atau bahkan tidak membayar tagihan.
Apalagi jika dalam term of payment sudah tercantum batas waktu pembayaran, penalti keterlambatan, atau skema diskon untuk pembayaran lebih cepat.
Bagi bisnis kuliner yang memiliki banyak transaksi rutin, sistem ini membantu mengurangi potensi piutang menumpuk.
3. Menjaga Hubungan dengan Supplier dan Pelanggan
Kerja sama bisnis yang sehat dibangun dari komunikasi dan kepercayaan yang baik.
Ketika term of payment disepakati sejak awal, kedua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait kewajiban pembayaran.
Supplier jadi lebih percaya untuk memberikan stok bahan baku secara rutin, sementara pelanggan juga merasa nyaman karena aturan pembayaran transparan dan jelas.
4. Membantu Perencanaan Bisnis
Bisnis yang memiliki pola pembayaran teratur biasanya lebih mudah membuat perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.
Pemilik usaha bisa memperkirakan kapan waktu terbaik menambah cabang, membeli peralatan baru, atau meningkatkan kapasitas produksi karena arus kas lebih terukur.
5. Meningkatkan Profesionalitas Bisnis
Bisnis yang memiliki sistem pembayaran jelas terlihat lebih profesional dan terpercaya. Hal ini penting terutama ketika bekerja sama dengan perusahaan besar, supplier utama, atau partner bisnis jangka panjang.
Invoice yang rapi, aturan pembayaran yang transparan, dan pengelolaan transaksi yang tertata akan memberikan kesan positif terhadap bisnis kamu.
Strategi Mengatur Term of Payment agar Cash Flow Tetap Sehat
Menentukan term of payment tidak bisa dilakukan asal pilih. Setiap kebijakan pembayaran perlu disesuaikan dengan kondisi bisnis, karakter pelanggan, dan kebutuhan operasional agar cash flow tetap sehat.
Berikut strategi yang bisa diterapkan:
1. Pahami Pola Cash Flow Bisnis
Sebelum menentukan sistem pembayaran, pahami dulu pola pemasukan dan pengeluaran bisnis kamu. Cari tahu kapan periode pengeluaran terbesar terjadi dan kapan pemasukan biasanya masuk.
Dengan begitu, kamu bisa menentukan term of payment yang realistis tanpa membebani operasional usaha.
2. Sesuaikan dengan Karakter Pelanggan atau Mitra
Setiap pelanggan punya kebiasaan pembayaran berbeda. Pelanggan retail biasanya melakukan pembayaran langsung, sementara perusahaan atau partner bisnis besar cenderung membutuhkan tempo pembayaran tertentu.
Karena itu, fleksibilitas dalam menentukan payment term bisa membantu menjaga hubungan kerja sama tetap berjalan baik.
3. Cantumkan Informasi Pembayaran Secara Jelas
Invoice yang membingungkan sering menjadi penyebab keterlambatan pembayaran.
Pastikan invoice mencantumkan tanggal penerbitan, jatuh tempo, nominal pembayaran, metode pembayaran, serta syarat tambahan lainnya secara detail.
Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin kecil risiko terjadinya kesalahpahaman.
4. Gunakan Pengingat Pembayaran Otomatis
Banyak bisnis mengalami keterlambatan pembayaran hanya karena pelanggan lupa jatuh tempo invoice. Karena itu, penggunaan reminder otomatis bisa sangat membantu.
Pengingat pembayaran membuat proses penagihan terasa lebih profesional tanpa harus terus menerus menghubungi pelanggan secara manual.
5. Evaluasi Term of Payment Secara Berkala
Kondisi bisnis selalu berubah. Karena itu, term of payment juga perlu dievaluasi secara rutin agar tetap relevan dengan kebutuhan usaha.
Kalau pelanggan terlalu sering terlambat membayar, mungkin sistem pembayaran perlu diperketat.
Sebaliknya, jika bisnis sudah semakin stabil, kamu bisa mulai memberikan fleksibilitas lebih besar kepada partner tertentu.
6. Gunakan Sistem Kasir Digital
Mengelola invoice, pembayaran, dan laporan transaksi secara manual bisa memakan banyak waktu dan meningkatkan risiko human error.
Dengan sistem kasir digital, proses pencatatan pembayaran jadi lebih rapi, cepat, dan terintegrasi.
Bisnis juga lebih mudah memantau piutang, transaksi harian, hingga laporan cash flow secara real time.
Baca juga: Apa Itu Payment Gateway dan Payment Aggregator? Cek Perbedaannya!
FAQ Seputar Term of Payment
1. Term of payment artinya apa?
Term of payment artinya ketentuan pembayaran yang mengatur kapan dan bagaimana pembayaran harus dilakukan dalam sebuah transaksi bisnis.
2. Apa perbedaan COD dan CBD?
COD dilakukan saat barang diterima pelanggan, sedangkan CBD mengharuskan pembayaran dilakukan sebelum barang dikirim.
3. Mengapa term of payment penting untuk bisnis kuliner?
Karena bisnis kuliner memiliki perputaran operasional yang cepat, sehingga pengaturan pembayaran sangat penting untuk menjaga cash flow tetap stabil.
4. Apa itu Net 30?
Net 30 adalah sistem pembayaran dengan tenggat maksimal 30 hari setelah invoice diterbitkan.
5. Bagaimana cara mengelola term of payment lebih efektif?
Kamu bisa menggunakan sistem kasir digital agar proses invoice, pencatatan pembayaran, dan monitoring cash flow lebih mudah dan terorganisir.
Kesimpulan
Term of payment bukan sekadar aturan pembayaran biasa. Sistem ini punya peran besar dalam menjaga arus kas, mengurangi risiko keterlambatan pembayaran, hingga membantu bisnis membangun hubungan profesional dengan supplier maupun pelanggan. Dengan memilih jenis payment term yang tepat dan mengelolanya secara strategis, bisnis kuliner bisa berjalan lebih stabil dan terukur.
Agar pengelolaan transaksi, invoice, dan cash flow bisnis kuliner jadi lebih praktis, kamu bisa menggunakan ESB POS. ESB POS adalah aplikasi kasir holistik khusus bisnis kuliner yang membantu operasional lebih efisien melalui fitur multi kasir, integrasi layanan online food delivery, loyalty program, customer display, hingga kitchen display system. ESB POS juga membantu mendeteksi fraud, mempermudah pengelolaan meja dan promosi, serta membuat proses pembayaran dan pencatatan transaksi jadi lebih rapi.
Hubungi tim ESB sekarang dan temukan solusi terbaik untuk mengembangkan bisnis kuliner kamu dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi.
