Pernah nggak sih kamu melihat antrean kasir di tokomu mendadak tersendat cuma gara-gara urusan uang kembalian yang kurang atau pelanggan kelabakan mencari uang tunai di dompet mereka?
Sebagai pemilik bisnis kuliner modern, situasi seperti ini tentu bikin gemas, karena bisa merusak kenyamanan pelanggan yang sedang lapar-laparnya.
Nah, oleh karena itu, perlu ada inovasi dan solusi, salah satunya melalui qris.
Memahami bagaimana sistem pembayaran qris bekerja, berapa potongan biayanya, serta bagaimana cara pendaftarannya yang praktis adalah kunci utama agar kamu bisa memaksimalkan potensi penjualan tanpa perlu cemas.
Yuk, kita kupas tuntas panduan lengkapnya dari dasar, rincian biaya terbarunya, sampai strategi jitu mengelolanya agar bisnismu makin ramai dan untung melimpah!
Apa Itu Sistem Pembayaran QRIS dan MDR?
Biar makin jelas dan nggak bingung dengan berbagai istilah keuangan di luar sana, mari kita bedah terlebih dahulu konsep dasar dari inovasi pembayaran digital ini secara santai.
Pada dasarnya, sistem QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar kode QR nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memfasilitasi transaksi pembayaran nontunai di seluruh Indonesia.
Melalui kehadiran sistem QRIS ini, kamu sebagai pemilik toko cukup memajang satu stiker kode QR saja di meja kasir untuk bisa menerima pembayaran dari berbagai macam aplikasi dompet digital maupun mobile banking yang dimiliki oleh pelangganmu.
Di balik kemudahan transaksi digital tersebut, ada satu istilah penting yang wajib banget kamu kuasai sebagai pemilik usaha, yaitu Merchant Discount Rate atau yang akrab disingkat MDR.
Ketika kamu mengadopsi sistem pembayaran qris di tokomu, MDR adalah biaya jasa pelayanan yang dikenakan kepada merchant atau pemilik toko untuk setiap transaksi nontunai yang berhasil diproses oleh sistem.
Potongan biaya ini digunakan oleh penyedia jasa pembayaran untuk membiayai operasional infrastruktur teknologi, menjaga keamanan jaringan transaksi, serta memastikan dana hasil penjualanmu bisa masuk ke rekening bank dengan aman.
Penting untuk diingat, potongan biaya transaksi dalam sistem QRIS ini murni ditanggung oleh kamu sebagai pemilik toko. Nah, Bank Indonesia melarang keras merchant membebankan biaya tersebut kepada pelanggan dengan cara menaikkan harga atau menambah biaya ekstra.
Oleh karena itu, memahami pemotongan biaya ini sejak awal akan membantumu menyusun strategi harga menu secara matang dan presisi.
Lalu, bagaimana sih sebenarnya alur pengiriman uang tersebut bekerja dari aplikasi HP pelanggan hingga akhirnya mendarat mulus di rekening bank tokomu?
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita telusuri alur kerja dan pihak-pihak penting di balik layar pada sub-bab selanjutnya. Simak baik-baik di bawah ini, ya!
Sistem Kerja QRIS dan Pihak yang Terlibat
Sumber: Istockphoto
Melihat proses pembayaran digital yang terjadi begitu cepat hanya dalam hitungan detik, kamu mungkin penasaran bagaimana sistem kerja qris bisa memproses data transaksi tersebut dengan sangat aman dan presisi.
Sebenarnya, sistem kerja qris melibatkan jaringan infrastruktur keuangan canggih yang menghubungkan berbagai lembaga keuangan resmi di Indonesia.
Mari kita bedah alur sederhana dan pihak-pihak kunci di dalam sistem kerja qris agar kamu makin paham:
- Penerbit (Issuer): Nah, ini adalah penyedia aplikasi pembayaran yang digunakan oleh pelangganmu saat melakukan pemindaian kode QR, contohnya seperti aplikasi bank umum atau dompet digital populer di Indonesia.
- Pengakuisisi (Acquirer): Pihak ini adalah lembaga keuangan atau bank mitra yang bekerja sama dengan kamu untuk menerbitkan kode QRIS toko serta memproses dana masuk dari transaksi pelanggan.
- Lembaga Switching: Pihak penyedia jaringan netral yang bertugas mengarahkan data transaksi dari aplikasi pelanggan (issuer) ke rekening bank tokomu (acquirer) secara instan.
- Alur Transaksi: Ketika pelanggan melakukan pemindaian kode QR di kasirmu dan mengonfirmasi pembayaran, sistem kerja qris akan langsung memverifikasi saldo pelanggan, memotong nilai pembayaran, serta meneruskan data tersebut ke pengakuisisi untuk dikreditkan ke saldo akun merchant milikmu secara otomatis.
Pemahaman mengenai sistem kerja qris ini membuktikan bahwa setiap Rupiah yang ditransaksikan oleh pelangganmu tercatat transparan dan dijaga ketat oleh regulator resmi.
Keamanan jaringan ini tentu memerlukan biaya pemeliharaan operasional yang terwujud dalam skema tarif MDR harian.
Lantas, berapa besar sih potongan persentase biaya transaksi terbaru yang ditetapkan oleh Bank Indonesia saat ini?
Biar kamu nggak menebak-nebak lagi, yuk kita simak rincian tarif potongan resminya pada bagian berikut!
Baca juga: Sedang Tren! Food Influencer untuk Meningkat Penjualan Bisnis Kuliner
Rincian Tarif Potongan (MDR) QRIS Terbaru
Sebagai regulator utama, Bank Indonesia menetapkan skema tarif potongan transaksi adil dan terjangkau guna mendukung keberlanjutan bisnis pelaku usaha di Indonesia, terutama bagi kamu yang bergerak di skala usaha mikro dan kecil.
Penyesuaian skema tarif sistem pembayaran qris ini dirancang agar beban biaya operasional nontunai nggak memberatkan kantong para pengusaha.
Nah, di bawah ini adalah rincian resmi tarif potongan MDR untuk sistem pembayaran qris yang berlaku saat ini berdasarkan kategori skala usaha:
- Usaha Mikro (UMI): Untuk mendukung pertumbuhan bisnis kecil, transaksi dengan nominal sampai dengan Rp500.000 per transaksi dikenakan tarif 0% (gratis!). Jika nominal transaksi dalam satu struk berada di atas Rp500.000, barulah dikenakan tarif bersahabat sebesar 0,3%.
- Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE): Untuk kategori bisnis skala menengah hingga besar, tarif reguler yang berlaku adalah sebesar 0,7% dari total nilai transaksi harian.
- Kategori Sektor Khusus: Untuk transaksi di sektor pendidikan dikenakan tarif 0,6%, area SPBU sebesar 0,4%, sementara untuk transaksi tempat ibadah, donasi sosial, dan bantuan pemerintah dibebaskan dari biaya alias 0%.
Dengan rincian tarif di atas, kamu sekarang bisa menghitung dengan pasti berapa estimasi biaya transaksi harian di outlet kulinermu.
Mengingat besaran tarif sistem pembayaran qris ini disesuaikan dengan skala usaha, penting bagi kamu untuk memilih kategori bisnis saat proses pendaftaran.
Setelah melihat besaran tarifnya yang sangat terjangkau, langkah penting selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mendaftarkan bisnismu agar bisa segera memiliki stiker kode QR resmi di meja kasir.
Yuk, simak panduan praktis pendaftarannya di bawah ini!
Cara Daftar QRIS untuk Merchant
Sumber: Istockphoto
Mendaftarkan bisnismu untuk memiliki stiker pembayaran digital resmi sebenarnya sangat mudah dan cepat kok! Kamu nggak perlu pusing membayangkan birokrasi yang rumit, karena proses pendaftaran sistem QRIS saat ini bisa dilakukan secara online.
Jadi, berikut ini adalah langkah-langkah praktis pendaftaran yang perlu kamu ikuti:
- Siapkan Dokumen Persyaratan: Untuk pendaftaran perorangan/UMKM, siapkan foto KTP pemilik usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP jika ada), foto produk atau papan nama toko fisik kamu, serta nomor rekening bank operasional untuk penampungan dana hasil penjualan.
- Pilih Penyedia Jasa Pembayaran (PJP): Kamu bisa mendaftar melalui bank umum pilihanmu atau melalui penyedia sistem kasir terintegrasi yang sudah bekerja sama resmi dengan penyedia jasa pembayaran.
- Isi Formulir Pendaftaran Online: Akses platform pendaftaran pilihanmu, lengkapi data profil usaha, unggah foto dokumen persyaratan, lalu tentukan kategori skala usahamu secara benar.
- Proses Verifikasi dan Penerbitan: Pihak penyedia jasa akan melakukan verifikasi data dalam waktu 1 hingga 3 hari kerja. Setelah disetujui, kamu akan mendapatkan kode QRIS resmi dalam bentuk file digital untuk dicetak atau langsung terintegrasi secara otomatis di layar mesin kasir pintarmu.
Proses pendaftaran yang cepat ini memastikan kamu nggak perlu menunda-nunda lagi untuk membawa bisnismu naik kelas.
Setelah stiker atau sistem kode QR milikmu resmi aktif di meja kasir, kamu tinggal menerapkan beberapa strategi pengelolaan keuangan.
Penasaran bagaimana cara mengaturnya agar keuntungan bisnismu tetap maksimal? Mari kita pelajari bersama tips taktisnya pada sub-bab berikut!
Baca juga: Apa Itu Sistem Membership? Yuk, Kenali Manfaat dan Fungsinya untuk Bisnis!
Strategi Mengelola Potongan MDR bagi Merchant
Walaupun persentase potongan transaksi harian di dalam sistem QRIS terbilang sangat kecil, bagi restoran atau kafe yang memiliki volume penjualan tinggi, akumulasi biaya tersebut tentu tetap harus dikelola dengan bijak.
Kunci utama agar margin bisnismu nggak tergerus adalah dengan memasukkan komponen biaya ini ke dalam perencanaan keuangan tokomu sejak awal secara sistematis.
Untuk itu, contoh strateginya adalah:
- Sertakan Komponen MDR ke Dalam HPP: Saat menentukan harga jual menu makanan atau minuman, pastikan kamu sudah memasukkan estimasi biaya transaksi nontunai sebesar 0,3% hingga 0,7% ke dalam perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan begitu, margin keuntungan bersih yang kamu targetkan tidak akan berkurang sedikit pun.
- Gunakan Pembulatan Harga Psikologis: Kamu bisa membulatkan harga menu ke angka atas yang wajar, misalnya dari Rp19.800 menjadi Rp20.000. Selisih pembulatan tipis tersebut sudah sangat cukup untuk menutup biaya potongan transaksi tanpa membuat pelanggan merasa keberatan.
- Integrasikan dengan Sistem Kasir Digital: Cara paling efektif untuk mengkompensasi biaya transaksi adalah dengan memotong biaya operasional lainnya melalui penggunaan sistem kasir otomatis. Dengan sistem kasir digital yang terintegrasi, kamu bisa menghemat penggunaan kertas struk manual, meminimalkan risiko selisih kasir, serta mempercepat alur kerja stafmu.
Penerapan strategi keuangan dipadu dengan pemanfaatan teknologi kasir yang efisien dijamin akan membuat operasional bisnis kulinermu berjalan jauh lebih menguntungkan.
Untuk melengkapi pemahamanmu, yuk simak beberapa jawaban dari pertanyaan yang paling sering diajukan di bagian FAQ berikut ini!
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Berapa lama dana hasil transaksi pembayaran digital masuk ke rekening bank merchant?
Proses pencairan dana (settlement) biasanya berlangsung secara otomatis dalam waktu 1 hari kerja (H+1) setelah transaksi terjadi. Namun, jika kamu menggunakan sistem kasir pintar yang terintegrasi dengan penyedia layanan pembayaran modern, beberapa layanan bahkan menawarkan fitur pencairan dana di hari yang sama (same-day settlement) agar arus kas bisnismu tetap lancar.
2. Apakah satu kode QRIS toko bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari semua aplikasi?
Ya, betul sekali! Keunggulan utama dari sistem QRIS adalah sifatnya yang universal (interoperable). Satu kode QR yang terpajang di kasirmu bisa dipindai dan dibayar menggunakan aplikasi bank umum apa saja maupun seluruh aplikasi dompet digital resmi yang beroperasi di Indonesia.
3. Apakah merchant diperbolehkan mengenakan biaya tambahan MDR sebesar 0,7% kepada pembeli?
Sama sekali nggak boleh ya! Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, merchant dilarang keras mengenakan biaya tambahan (surcharge) kepada konsumen yang memilih bertransaksi menggunakan pembayaran digital. Biaya MDR murni merupakan beban jasa operasional yang ditanggung oleh pemilik toko.
Kesimpulan
Menyelaraskan semua kebutuhan operasional tersebut memang terdengar menantang, tapi bukan berarti nggak mungkin dilakukan secara praktis. Di sinilah pentingnya memiliki sistem terintegrasi untuk membantu mengontrol setiap detail transaksi dan pelayanan di outlet kamu.
Biar kamu nggak pusing lagi memikirkan pembukuan berantakan, pencatatan transaksi digital yang terpisah-pisah, atau antrean mengular di meja kasir, menggunakan teknologi kasir pintar berbasis Android adalah langkah paling tepat.
Kamu bisa mengandalkan ESB POSLite sebagai sistem kasir pintar yang simpel, ekonomis, dan sudah terintegrasi penuh dengan berbagai metode pembayaran digital termasuk penerimaan pembayaran QRIS secara praktis dan otomatis.
Yuk, saatnya kurangi drama operasional dan buat bisnismu berjalan otomatis! Langsung saja temukan solusi lengkapnya untuk kelancaran transaksi kasir dan pembayaran digital di outletmu dengan mengklik ESB POSLite sekarang juga!
Langsung aja, hubungi Tim ESB sekarang dan konsultasikan kebutuhan bisnis kuliner kamu!
