Kalau kamu lagi mencari dessert yang punya konsep unik dan menarik untuk difoto, Butter Baby bisa masuk daftar kunjungan. Brand dessert ini berhasil membuat donat terasa lebih playful lewat karakter alien, interior penuh warna, serta menu yang berani keluar dari rasa donat pada umumnya.
Bahkan, salah satu menunya memadukan donat renyah dengan cita rasa opor ayam yang cukup bikin penasaran. Popularitasnya pun nggak berhenti di produk. Butter Baby membangun sebuah dunia bernama Butterlandia yang membuat pengalaman datang ke gerainya seperti masuk ke cerita sendiri.
Konsep tersebut membuat brand ini menarik buat pecinta dessert, pemburu kuliner viral, sampai kamu yang suka mencari spot foto estetik di Jakarta. Lantas, apa itu Butter Baby, di mana saja lokasinya, berapa kisaran harganya, dan menu mana yang paling layak dicoba? Yuk, simak review lengkapnya sampai akhir.
Apa Itu Butter Baby?
Sebelum membahas menu, menarik untuk memahami apa itu Butter Baby sebenarnya. Butter Baby bukan sekadar toko donat atau dessert shop biasa. Brand ini membangun konsep character-led dessert universe dengan karakter alien dari Butterlandia sebagai bagian penting dari identitasnya.
Dalam cerita Butter Baby, sang alien datang ke Bumi setelah mengalami crash landing. Ia kemudian bertemu seorang chef dan mulai membuat donat hingga akhirnya punya bakery sendiri.
Cerita tersebut menjadi pondasi dari semesta Butterlandia yang terus dikembangkan melalui makanan, desain gerai, merchandise, hingga collectible. Unsur alien inilah yang menjadi salah satu daya tarik terbesar.
Jadi, saat kamu melihat karakter alien kuning dengan pipi chubby di berbagai sudut gerai, itu bukan sekadar maskot lucu. Karakter tersebut merupakan bagian dari storytelling brand.
Konsep ini juga menjawab pertanyaan apa itu Butter Baby dari sisi pengalaman. Kamu bukan cuma datang untuk membeli makanan, tetapi juga diajak mengenal dunia Butterlandia melalui produk dan visual yang konsisten.
Menariknya, Butter Baby menyebut produknya sebagai “sonuts”, dengan pilihan crunchy sonuts, soft sonuts, salt bread, dan minuman. Varian crunchy memiliki lapisan luar yang renyah, sementara versi soft dibuat lebih lembut dan cocok disantap langsung setelah dibeli.
Baca Juga: Wajib Tahu! 9 Fitur Canggih Aplikasi Kasir Restoran untuk Bantu Operasional Bisnis
Lokasi Cabang Butter Baby di Jakarta

Sumber: Kemenparekraf
Popularitas Butter Baby membuat ekspansinya berkembang cukup cepat. Saat ini, brand tersebut memiliki lima lokasi di Jakarta. Tiga di antaranya merupakan flagship, yaitu Blok M, Central Park Mall, dan Soekarno-Hatta Terminal 3. Dua lokasi lainnya hadir dalam format kiosk di Pondok Indah Mall 2 dan Plaza Senayan.
Kalau kamu ingin merasakan experience gerai yang lebih lengkap, Butter Baby Blok M menjadi salah satu pilihan menarik. Lokasinya berada di Pasaraya Blok M, Jalan Iskandarsyah II, Melawai, Jakarta Selatan.
Gerai ini merupakan flagship pertama Butter Baby di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi dessert yang cukup ramai dibicarakan. Selain Butter Baby Blok M, ada pula Butter Baby Central Park yang berada di area Tribeca, Ground Floor, Central Park Mall, Jakarta Barat.
Central Park juga memiliki beberapa pilihan menu eksklusif yang membuat kunjungannya punya daya tarik tersendiri. Sementara itu, cabang Soekarno-Hatta Terminal 3 bisa menjadi pilihan unik buat kamu yang sedang bepergian.
Dua lokasi kiosk lainnya berada di Pondok Indah Mall 2 dan Plaza Senayan. Jadi, pilihan lokasinya cukup fleksibel tergantung area Jakarta yang sedang kamu kunjungi. Kalau sudah menentukan lokasi, bagian yang paling ditunggu tentu saja adalah menu. Apalagi, menu Butter Baby punya kombinasi rasa yang berani.
Baca juga: 10 Rekomendasi Makanan Jakarta Selatan yang Cocok Sambil Hunting Foto
Daftar Menu Butter Baby dan Kisaran Harga

Sumber: Female Daily Editorial
Untuk menu Butter Baby, pilihannya cukup beragam. Nggak hanya donat, tersedia pula cookies, toast, salt bread, minuman, soft serve, hingga menu khusus yang bisa berbeda berdasarkan lokasi dan periode penjualan. Situs resminya juga menunjukkan kategori seperti crunchy donut, soft donut, salt bread, cheesecake, pretzel, drink, coffee, dan soft serve.
Untuk gambaran harga, beberapa menu donat yang pernah tercantum antara lain BBG sekitar Rp18.000, sedangkan Banana Crunch, Matcha Crunch, dan Vanilla Cheese Crunch berada di kisaran Rp28.000-Rp30.000. Opor Crunch juga berada di kisaran Rp28.000-Rp30.000, sementara Chocolate Nebula sekitar Rp30.000-Rp32.000. Harga bisa berubah mengikuti outlet dan pembaruan menu.
Kalau kamu penasaran dengan rasa unik, Opor Crunch layak masuk daftar. Donat ini menjadi salah satu menu yang paling mencuri perhatian, karena membawa cita rasa opor ayam ke dalam format dessert. Ada juga Banana Crunch yang menggabungkan tekstur renyah dengan rasa pisang dan cream cheese.
Untuk pilihan manis lainnya, Chocolate Nebula cocok buat kamu yang suka rasa cokelat. Ada pula Raspberry Shortcake, Milky Disco Bun, P-Starchio, Mallow Yuzu Baby, dan beberapa varian lain dengan harga yang umumnya berada di kisaran Rp25.000-Rp32.000.
Kalau kamu ingin camilan selain donat, menu Butter Baby juga menawarkan cookies seperti Brownie Baby, Choco Snap Baby, Peanut Butter Baby, Strawberry Crush, dan U-Baby yang berada di kisaran Rp35.000 berdasarkan daftar menu yang pernah dipublikasikan.
Untuk minuman, pilihannya mulai dari Hot Earl Grey dan Hot Oolong sekitar Rp25.000. Ada juga Iced Earl Grey Milk Tea, Iced Oolong Tea, Peach & Passion Oolong, Lychee Galaxy Boba, hingga minuman seperti Cheesy Mango Coconut dan Raspberry Coconut.
Kisaran harganya sekitar Rp20.000-Rp49.000 berdasarkan daftar menu yang tersedia. Buat rekomendasi pertama, kamu bisa mulai dari Banana Crunch atau Opor Crunch. Kalau ingin rasa yang lebih familiar, BBG bisa menjadi pilihan aman. Sementara itu, Chocolate Nebula cocok buat kamu yang memang tim cokelat.
Untuk Butter Baby Central Park, pilihan menunya juga menarik karena terdapat beberapa item eksklusif seperti Tiramisu Galaxy Donut dan Durian Glaze yang pernah tercantum sebagai menu khusus Central Park.
Perlu diingat, harga dan ketersediaan menu Butter Baby bisa berubah. Beberapa menu juga dapat hadir sebagai limited drop atau menu eksklusif outlet. Jadi, sebaiknya cek menu terbaru sebelum berangkat agar nggak kecewa ketika menu incaran sedang nggak tersedia.
FAQ
1. Butter Baby punya siapa?
Butter Baby punya siapa? Brand ini didirikan oleh saudara kembar Nick Burch dan Henry Burch. Keduanya merupakan putra desainer fashion Tory Burch dan membangun Butter Baby di Indonesia.
2. Apa itu Butter Baby?
Apa itu Butter Baby? Butter Baby merupakan brand dessert berbasis karakter yang membangun semesta Butterlandia melalui donat, dessert, minuman, merchandise, dan storytelling. Identitas utamanya berkaitan dengan karakter alien yang melakukan crash landing ke Bumi.
3. Butter Baby milik siapa?
Butter Baby milik siapa? Butter Baby milik Nick Burch dan Henry Burch sebagai founder yang mengembangkan brand tersebut dari Jakarta. Keduanya juga terus memperluas Butterlandia sebagai bagian dari identitas brand.
4. Di mana lokasi Butter Baby?
Butter Baby saat ini memiliki lima lokasi di Jakarta, yaitu Blok M, Central Park Mall, Pondok Indah Mall 2, Plaza Senayan, dan Soekarno-Hatta Terminal 3. Tiga lokasi pertama dalam daftar tersebut termasuk flagship, sedangkan PIM 2 dan Plaza Senayan hadir sebagai kiosk.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Butter Baby menarik karena berhasil menggabungkan makanan, karakter, visual, dan storytelling menjadi satu experience. Konsep alien Butterlandia membuat brand ini punya identitas mudah diingat, sementara pilihan menu yang unik membuat orang punya alasan untuk datang kembali.
Buat bisnis F&B dengan konsep kreatif seperti ini, tentu perlu didukung operasional yang sama kuatnya. Transaksi harus tercatat rapi, stok perlu terpantau, pesanan harus sampai ke dapur secara cepat, dan antrean pelanggan perlu dikelola dengan baik.
Menariknya Butter Baby menggunakan beberapa layanan dari ESB berupa POS, CORE, LONGUE, dan KITCHEN untuk mempermudah operasional restoran mereka. Dalam ekosistem operasional F&B, ESB POS dapat mendukung proses transaksi dan pencatatan penjualan, sedangkan ESB Core membantu pengelolaan back office, inventory, laporan keuangan, HPP, hingga kebutuhan operasional yang lebih terintegrasi.
Untuk alur pesanan, ESB Kitchen membantu dapur menerima dan mengelola order secara digital melalui kitchen display system. Sementara ESB Lounge membantu mengatur antrean dan menampilkan status pesanan agar pelanggan nggak menumpuk di area pengambilan.
Keduanya memang dirancang untuk terhubung dalam alur order management yang lebih rapi. Jadi, kalau kamu tertarik membangun bisnis kuliner dengan sensasi seunik Butter Baby, jangan cuma fokus pada produk dan konsep.
Pastikan sistem di belakangnya juga siap menopang pertumbuhan bisnis. Kenali lebih lanjut solusi ESB Core untuk membantu bisnis F&B mengelola operasional secara lebih terintegrasi, ya!
