Menikmati croissant yang renyah atau roti yang lembut memang sama-sama menyenangkan. Namun, meski sering berada di etalase yang sama, pastry dan bakery sebenarnya punya karakter yang berbeda.
Perbedaannya bukan hanya soal bentuk atau rasa. Bahan dasar, teknik pengolahan, tekstur, hingga peralatan yang digunakan bisa berbeda tergantung produk yang dibuat.
Buat kamu yang sedang belajar baking atau menjalankan bisnis kuliner, memahami perbedaan ini penting supaya proses produksi bisa lebih tepat. Lalu, apa sebenarnya perbedaan pastry dan bakery? Yuk, kita bahas dari dasar sampai peralatan yang digunakan.
Definisi Bakery vs Pastry
Secara sederhana, bakery merujuk pada produk makanan yang dibuat melalui proses pengolahan dan pemanggangan adonan berbahan dasar tepung. Produk bakery cukup luas, mulai dari roti, cake, muffin, cookies, hingga berbagai produk panggang lainnya.
Dalam prosesnya, bakery biasanya mengandalkan kombinasi tepung, cairan, gula, telur, lemak, ragi, atau bahan pengembang lainnya. Komposisinya tentu disesuaikan dengan jenis produk yang ingin dibuat.
Sementara itu, pastry lebih spesifik mengacu pada produk berbasis adonan yang umumnya memiliki tekstur berlapis, renyah, atau rapuh. Croissant, puff pastry, dan Danish pastry adalah beberapa contoh yang cukup populer.
Salah satu karakter penting dalam pastry adalah penggunaan lemak, seperti butter atau margarin, yang membantu menciptakan tekstur dan lapisan khas. Pada beberapa jenis pastry, adonan perlu dilipat dan digilas berkali-kali agar terbentuk lapisan yang tipis dan renyah setelah dipanggang.
Jadi, bakery sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas, sedangkan pastry merupakan salah satu kategori produk yang membutuhkan teknik pengolahan adonan tertentu.
Perbedaan Mendasar Pastry dan Bakery
Supaya lebih mudah melihat perbedaannya, berikut perbandingan pastry dan bakery dari beberapa aspek penting:

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa istilah bakery dan pastry tidak selalu bisa digunakan secara bergantian. Keduanya memang sama-sama mengandalkan proses baking, tetapi karakter adonan dan teknik pembuatannya bisa cukup berbeda.
Perbedaan Peralatan yang Digunakan: Equipment vs Utensils

Sumber: magnific.com
Perbedaan teknik pengolahan tentu berpengaruh pada peralatan yang digunakan. Dalam dapur bakery maupun pastry, peralatan bisa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu equipment dan utensils.
Equipment merupakan peralatan utama yang biasanya berukuran lebih besar dan digunakan untuk mendukung proses produksi. Sementara itu, utensils adalah peralatan kecil yang digunakan secara langsung saat menimbang, mengolah, membentuk, hingga menyelesaikan produk.
Untuk bakery, equipment yang umum digunakan antara lain mixer, oven, proofer, dan cooling rack. Mixer membantu mencampurkan sekaligus mengembangkan adonan, sedangkan oven digunakan untuk memanggang produk. Pada produksi roti, proofer dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung proses fermentasi adonan sebelum masuk oven.
Sementara itu, pastry membutuhkan beberapa utensils yang lebih berkaitan dengan pembentukan adonan. Rolling pin digunakan untuk meratakan adonan secara manual, sedangkan pastry brush dapat digunakan untuk mengoleskan telur, butter, atau bahan lain pada permukaan pastry.
Pada produksi dengan volume besar, dough sheeter juga bisa menjadi equipment penting. Alat ini membantu menipiskan adonan secara lebih konsisten sehingga proses pembuatan produk berlapis seperti croissant dan puff pastry menjadi lebih efisien.
Di sisi lain, beberapa utensils digunakan bersama oleh bakery dan pastry. Timbangan digital, mixing bowl, whisk, spatula, ayakan, loyang, dan alat ukur tetap dibutuhkan karena ketepatan takaran dan proses pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi produk.
Baca juga: Kitchen Equipment dan Utensil: Apa Bedanya? Simak Penjelasannya!
Contoh Produk Bakery dan Pastry
Setelah memahami karakter dasarnya, perbedaan keduanya akan lebih mudah terlihat dari contoh produknya.
1. Roti
Roti termasuk produk bakery yang sangat umum. Contohnya roti tawar, roti manis, cinnamon roll, dan berbagai jenis bun. Produk seperti ini biasanya mengandalkan proses pencampuran, pengulenan, fermentasi, pembentukan, dan pemanggangan.
2. Cake
Cake juga berada dalam kategori bakery. Berbeda dengan roti yang sering menggunakan ragi, beberapa jenis cake mengandalkan baking powder, baking soda, telur, atau teknik pengocokan tertentu untuk menghasilkan struktur yang ringan.
3. Cookies
Cookies memiliki karakter yang lebih renyah atau chewy tergantung resep dan teknik pembuatannya. Produk ini juga termasuk bakery dan biasanya membutuhkan proses pencampuran bahan, pembentukan adonan, lalu pemanggangan.
4. Croissant
Croissant merupakan contoh pastry yang terkenal dengan lapisan tipis dan tekstur flaky. Untuk menghasilkan karakter tersebut, adonan perlu melalui proses laminasi, yaitu penggabungan adonan dengan lapisan lemak melalui teknik lipat dan gilas.
5. Puff Pastry
Puff pastry memiliki banyak lapisan tipis yang dapat mengembang ketika dipanggang. Teknik pengolahan dan penggunaan lemak menjadi faktor penting untuk menghasilkan tekstur renyah serta berlapis.
6. Danish Pastry
Danish pastry juga mengandalkan adonan berlapis, tetapi dapat hadir dengan berbagai bentuk dan isian seperti buah, custard, atau keju. Produk ini menunjukkan bagaimana teknik pastry dapat menghasilkan tampilan yang sekaligus menarik dan beragam.
Baca juga: 75+ Ide Nama Bakery Bahasa Prancis yang Elegan Beserta Artinya
FAQ Seputar Bakery dan Pastry
1. Apa perbedaan pastry dan bakery?
Bakery merupakan kategori yang lebih luas untuk produk berbasis adonan yang dipanggang, sedangkan pastry lebih spesifik pada produk dengan karakter adonan dan teknik tertentu, terutama yang menghasilkan tekstur berlapis atau renyah.
2. Apakah croissant termasuk bakery?
Ya. Croissant dapat dianggap sebagai produk bakery secara umum, tetapi secara lebih spesifik termasuk kategori pastry karena menggunakan teknik laminasi untuk menghasilkan lapisan adonan.
3. Apakah semua bakery menggunakan ragi?
Tidak. Ragi banyak digunakan pada produk seperti roti, tetapi cake, cookies, muffin, dan beberapa produk bakery lainnya dapat menggunakan bahan pengembang atau teknik berbeda.
4. Apakah pastry harus menggunakan butter?
Tidak selalu. Butter memang banyak digunakan untuk menghasilkan aroma dan tekstur khas, tetapi beberapa resep pastry dapat menggunakan jenis lemak lainnya sesuai karakter produk yang ingin dibuat.
5. Apakah peralatan bakery dan pastry sama?
Sebagian peralatannya sama, seperti oven, mixer, timbangan, mixing bowl, dan loyang. Namun, pastry dapat membutuhkan peralatan khusus seperti rolling pin atau dough sheeter untuk proses pembentukan dan laminasi.
Kesimpulan
Memahami perbedaan pastry dan bakery bukan hanya membantu kamu mengenali produk, tetapi juga menentukan bahan, teknik produksi, dan peralatan yang sesuai. Bakery memiliki cakupan produk yang lebih luas, sementara pastry lebih menonjolkan teknik pengolahan adonan tertentu untuk menghasilkan tekstur khas seperti flaky dan berlapis. Ketika produksi mulai berkembang, pemahaman ini juga perlu didukung dengan pengelolaan operasional yang rapi agar kualitas produk tetap konsisten.
Buat kamu yang menjalankan cafe atau bakery, ESB menyediakan aplikasi POS dan operasional yang membantu menghubungkan seluruh proses bisnis dalam satu sistem tanpa hambatan. Transaksi pelanggan bisa diproses lebih cepat untuk mengurangi antrean sekaligus membuka peluang upselling. Sistem juga membantu menjaga operasional dari risiko kecurangan meskipun kamu sedang tidak berada di outlet, serta membantu mengatur pesanan ke dapur agar proses produksi tetap optimal saat kondisi sedang ramai.
Hubungi tim ESB dan temukan solusi operasional yang lebih efisien untuk bisnis cafe dan bakery kamu.
