SHARE
Mengenal Istilah Hold & Fire dalam Restoran dan Bisnis Kuliner
Sovia
Menjalankan restoran bukan cuma soal rasa yang enak atau tampilan menu yang menarik.
Di balik pelayanan yang terasa rapi dan profesional, ada sistem yang membantu mengatur alur pesanan agar setiap hidangan keluar di waktu yang tepat. Salah satu konsep penting dalam operasional restoran modern adalah hold and fire.
Buat pelaku bisnis kuliner, memahami hold and fire bukan sekadar tahu istilahnya, tapi juga mengerti bagaimana cara kerjanya dan dampaknya terhadap kualitas layanan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu hold and fire, bagaimana penerapannya di restoran, hingga bagaimana fitur ini bisa dioptimalkan lewat sistem POS yang tepat.
Apa Itu Hold and Fire dalam Restoran?
Secara sederhana, hold and fire adalah metode untuk mengatur waktu pengiriman pesanan ke dapur.
Konsep ini memungkinkan staf restoran menunda sebagian item dalam satu pesanan, lalu mengirimkannya ke dapur di waktu yang dianggap paling tepat.
Dalam praktiknya, hold berarti menahan atau menunda item tertentu agar tidak langsung diproses di dapur, meskipun pesanan sudah tercatat di sistem.
Sementara itu, fire berarti mengirim perintah agar item yang sebelumnya ditahan mulai dimasak atau dipersiapkan sesuai waktu yang dibutuhkan.
Konsep ini sangat umum digunakan saat pelanggan memesan beberapa menu sekaligus, seperti appetizer, main course, dan dessert.
Tidak semua menu perlu dimasak bersamaan. Dengan hold and fire, restoran bisa menjaga ritme penyajian agar lebih terstruktur.
Mengapa Hold and Fire Penting dalam Bisnis Kuliner?
Dalam pengalaman operasional restoran, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga tempo dapur tetap stabil.
Jika semua pesanan langsung masuk dan diproses bersamaan, risiko makanan keluar tidak sesuai urutan jadi lebih besar.
Berikut alasan kenapa hold and fire penting untuk bisnis kuliner:
1. Menjaga Urutan Penyajian Tetap Ideal
Bayangkan pelanggan memesan appetizer dan main course dalam satu waktu. Jika kedua menu langsung diproses bersamaan, bisa saja main course selesai terlalu cepat, padahal pelanggan masih menikmati appetizer.
Dengan hold and fire, appetizer bisa langsung dikirim ke dapur, sementara main course ditahan.
Ketika pelanggan hampir selesai dengan hidangan pertama, staf tinggal menekan tombol fire agar dapur mulai menyiapkan menu berikutnya.
Hasilnya, pengalaman makan terasa lebih nyaman dan profesional.
2. Menjaga Kualitas dan Suhu Makanan
Makanan yang terlalu lama menunggu sebelum disajikan bisa kehilangan suhu ideal, tekstur berubah, atau plating tidak lagi maksimal.
Dengan sistem hold and fire, proses memasak lebih terkontrol karena dimulai di waktu yang lebih presisi.
Ini sangat penting terutama untuk menu yang sensitif terhadap waktu, seperti steak, pasta, atau dessert tertentu.
3. Mengatur Beban Kerja Dapur
Saat jam sibuk, dapur bisa menerima puluhan pesanan dalam waktu singkat. Tanpa pengaturan, semua order akan langsung masuk dan menumpuk.
Hold and fire membantu mengatur alur masuknya pesanan. Staf bisa menunda beberapa item sehingga dapur tidak langsung kewalahan. Ritme kerja lebih stabil dan risiko kesalahan pun berkurang.
4. Mendukung Konsep Set Menu atau Paket
Banyak restoran menawarkan paket menu dengan beberapa tahapan. Dalam kondisi ini, hold and fire sangat membantu agar setiap bagian paket keluar sesuai urutan.
Tanpa sistem ini, crew dapur harus mengandalkan komunikasi manual, yang berisiko menimbulkan miskomunikasi.
Baca juga: Cloud POS: Cara Modern Kelola Restoran dengan Lebih Mudah
Cara Kerja Hold and Fire di Sistem POS
Sumber: freepik.com
Di restoran modern, hold and fire biasanya terintegrasi langsung dalam sistem POS. Alur kerjanya kurang lebih seperti ini:
- Staf mencatat seluruh pesanan pelanggan di POS.
- Item tertentu ditandai sebagai hold.
- Item yang tidak ditahan langsung terkirim ke dapur.
- Saat waktunya tepat, staf menekan tombol fire untuk mengirim item yang sebelumnya ditahan.
Notifikasi kemudian muncul di layar dapur atau tercetak di kitchen slip. Dengan begitu, dapur hanya memproses item yang memang sudah siap untuk dimasak.
Beberapa sistem POS bahkan menyediakan pengaturan berbasis timer. Artinya, item yang ditahan bisa otomatis terkirim ke dapur setelah durasi tertentu tanpa perlu tindakan tambahan dari staf.
Fitur seperti ini sangat membantu menjaga konsistensi pelayanan, terutama di restoran dengan volume transaksi tinggi.
Perbedaan Fungsi Hold dan Fire yang Perlu Dipahami
Meskipun terdengar sederhana, pemahaman yang tepat tentang fungsi masing-masing tombol sangat penting agar operasional berjalan lancar.
Fungsi Hold
- Menunda pengiriman item ke dapur.
- Item tetap tercatat dalam sistem, tetapi belum masuk antrean produksi.
- Cocok untuk menu yang akan disajikan belakangan, seperti dessert atau minuman tertentu.
Dengan fitur hold, staf punya kendali penuh atas waktu mulai memasak.
Fungsi Fire
- Mengirim item yang sebelumnya ditahan agar segera diproses.
- Memberikan sinyal ke dapur bahwa pesanan siap dimasak.
- Biasanya digunakan saat pelanggan hampir selesai dengan hidangan sebelumnya.
Kombinasi keduanya membuat ritme penyajian lebih fleksibel dan profesional.
Peran Hold and Fire dalam Meningkatkan Pengalaman Pelanggan
Pengalaman makan bukan cuma soal rasa. Waktu penyajian juga sangat memengaruhi bagaimana pelanggan menilai kualitas sebuah restoran.
Hidangan yang datang terlalu cepat bisa membuat meja terasa penuh dan tidak nyaman, sementara makanan yang datang terlalu lama bisa menimbulkan kesan pelayanan kurang sigap.
Dengan menerapkan hold and fire, restoran dapat menjaga tempo penyajian tetap seimbang. Hidangan tidak menumpuk di meja karena setiap menu keluar sesuai urutan yang tepat.
Pelanggan bisa menikmati setiap course dengan lebih santai tanpa merasa terburu-buru.
Selain itu, sistem ini membantu tim pelayanan terlihat lebih terorganisir karena setiap pengiriman makanan terasa terencana, bukan sekadar mengikuti antrean dapur.
Dalam jangka panjang, pengaturan waktu penyajian yang rapi akan membentuk persepsi positif terhadap brand restoran.
Detail kecil seperti timing penyajian sering kali tidak disadari secara langsung oleh pelanggan, tetapi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kemungkinan mereka untuk kembali lagi.
Baca juga: 15 Keuntungan Point of Sale (POS) yang Bikin Bisnismu Cepat Untung—Bukan Sekadar Kasir Digital!
Frequently Asked Question Seputar Hold & Fire
1. Apakah hold and fire hanya digunakan di restoran besar?
Tidak. Restoran skala kecil hingga besar bisa memanfaatkan fitur ini, terutama jika menyajikan lebih dari satu jenis hidangan dalam satu waktu.
2. Apakah hold and fire membuat pelayanan lebih lambat?
Justru membantu pelayanan terasa lebih terkontrol. Makanan tetap keluar cepat, tetapi sesuai urutan yang tepat.
3. Apakah semua sistem kasir memiliki fitur hold and fire?
Tidak semua POS menyediakan fitur ini. Beberapa sistem hanya langsung mengirim pesanan ke dapur tanpa opsi penundaan.
4. Apakah hold and fire cocok untuk kafe?
Sangat cocok, terutama untuk kafe yang menyajikan makanan berat dan dessert sekaligus.
5. Apakah fitur ini bisa digunakan untuk dessert?
Ya. Dessert adalah contoh paling umum penggunaan hold and fire, karena biasanya disajikan setelah main course selesai.
Kesimpulan
Hold and fire adalah strategi penting dalam operasional restoran untuk mengatur waktu penyajian agar lebih rapi, terkontrol, dan profesional.
Dengan konsep ini, restoran bisa memastikan setiap hidangan keluar di momen yang tepat, menjaga kualitas makanan, sekaligus meningkatkan pengalaman makan pelanggan.
Dalam praktiknya, fitur hold & fire juga sudah tersedia di ESB POS. Fitur ini memudahkan tim restoran untuk menandai pesanan yang ingin ditunda penyajiannya, misalnya dessert yang akan disajikan setelah main course selesai dimakan.
Item yang ditahan tetap tercatat dalam sistem, lalu bisa dikirim ke dapur saat waktunya tepat hanya dengan satu langkah.
ESB POS sebagai aplikasi kasir holistik khusus bisnis kuliner juga dilengkapi fitur manajemen meja paling lengkap seperti link table, move table, dan split bill.
Aplikasi ini juga menyediakan fitur multi-kasir untuk meningkatkan efisiensi operasional, customer display untuk memudahkan pelanggan mengecek pesanan, integrasi dengan GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood,
Ada pula fitur loyalty program dan reservasi, voucher digital, integrasi display kitchen, hingga sistem deposit untuk konsep food court. Dengan sistem yang tepat, pengaturan ritme dapur dan pelayanan jadi jauh lebih optimal.
Hubungi Team ESB dan konsultasikan bisnismu sekarang!
SHARE