SHARE
Cara Mengatasi Lonjakan Order Restoran Saat Ramadhan: Masih Perlukah Menambah Waiter?
Febbi S
Ramadhan selalu menjadi momentum penting bagi bisnis kuliner di berbagai kota seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta dan Semarang.
Aktivitas buka bersama, sahur on the road, hingga peningkatan mobilitas masyarakat membuat pengunjung restoran melonjak dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, di balik potensi kenaikan omzet tersebut, ada tantangan operasional yang tidak bisa diabaikan.
Dalam satu jam menjelang waktu berbuka, puluhan pesanan bisa masuk hampir bersamaan.
Waiter harus bergerak cepat, mencatat order dengan akurat, memastikan tidak ada menu yang terlewat, sekaligus menjaga kualitas pelayanan.
Ketika sistem masih manual atau belum sepenuhnya terintegrasi, risiko kesalahan input dan antrian panjang menjadi semakin besar.
Di sinilah pentingnya kesiapan sistem, bukan sekadar menambah waiter atau tenaga kerja.
Ketika Order Datang Bersamaan, Perbaiki Alur Kerja
Lonjakan order saat Ramadhan bukan hanya soal jumlah transaksi yang meningkat. Kompleksitasnya jauh lebih besar dibandingkan hari biasa.
Dalam satu waktu yang hampir bersamaan:
- Beberapa meja melakukan pemesanan
- Dapur menerima order bertumpuk
- Kasir harus memastikan semua transaksi tercatat
- Waiter tetap harus menjaga kualitas pelayanan
Jika proses pemesanan masih bergantung pada pencatatan manual atau input berulang, risiko human error meningkat.
Kesalahan kecil seperti salah input menu, salah jumlah, atau pesanan yang terlambat masuk ke dapur bisa berdampak pada pengalaman pelanggan.
Padahal, pelanggan Ramadhan cenderung lebih sensitif terhadap waktu. Mereka datang dengan ekspektasi pelayanan cepat, terutama menjelang berbuka.
Di titik inilah efisiensi alur kerja menjadi krusial.
Menambah Tim Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah
Menambah tenaga infal memang membantu dari sisi kapasitas. Namun tanpa sistem yang mendukung, tim tambahan tetap harus bekerja dalam alur yang sama.
Ketika beban meningkat drastis dalam waktu singkat, kecepatan dan integrasi proses justru menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan jumlah orang.
Beberapa restoran mulai melihat bahwa digitalisasi pemesanan dapat membantu menata ulang alur tersebut.
Salah satu pendekatan yang kini semakin umum digunakan yakni Sistem QR Order, di mana pelanggan dapat melakukan pemesanan langsung dari meja.
Sumber: Dokumentasi ESB
Dengan mekanisme ini, pesanan langsung tercatat di sistem dan terintegrasi ke kasir serta dapur tanpa perlu dicatat ulang.
Proses menjadi lebih ringkas, antrean dapat berkurang, dan waiter bisa lebih fokus pada pelayanan serta koordinasi di lapangan.
Di beberapa merchant, sistem seperti ESB Order dimanfaatkan sebagai “backup operasional” saat traffic tinggi.
Bukan untuk menggantikan peran tim, melainkan membantu menjaga ritme kerja tetap stabil saat peak hour.
Margin Tetap Aman di Tengah Lonjakan Transaksi
Di sisi lain, banyak pelaku usaha juga mempertimbangkan aspek biaya ketika mengadopsi sistem digital.
Kekhawatiran terhadap potongan komisi sering kali menjadi pertimbangan tersendiri.
Karena itu, mencari sistem order yang bebas komisi menjadi lebih relevan di momen seperti Ramadhan.
Ketika volume transaksi meningkat, menjaga margin tetap utuh menjadi strategi yang tidak kalah penting dibandingkan sekadar mengejar jumlah order.
Penggunaan sistem pemesanan yang tidak membebankan komisi pada transaksi dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan kenaikan penjualan tanpa tekanan tambahan pada profitabilitas.
Sistem Lebih Cepat, Pelayanan Lebih Profesional
Sistem QR Order membantu mempercepat proses pemesanan dan mengurangi antrean, terutama saat jam berbuka yang menjadi puncak keramaian.
Pesanan langsung masuk ke sistem tanpa perantara pencatatan manual, sehingga risiko miskomunikasi dengan dapur dapat ditekan.
Bagi pelanggan, pengalaman makan menjadi lebih nyaman. Bagi restoran, operasional menjadi lebih terkontrol.
Momentum Ramadhan yang identik dengan kebersamaan dan efisiensi waktu membuat kecepatan pelayanan menjadi faktor yang semakin krusial.
Saatnya Restoranmu Siap Di Tengah Ramadhan Tiba
Ramadhan selalu identik dengan peningkatan pengunjung. Namun yang membedakan bukan seberapa ramai restoran, melainkan seberapa siap sistemnya menghadapi lonjakan tersebut.
Efisiensi alur pemesanan, integrasi dengan dapur dan kasir, serta pengelolaan manpower yang lebih adaptif akan sangat menentukan kualitas pelayanan selama periode sibuk.
Di tengah persaingan yang semakin dinamis, kesiapan operasional menjadi investasi jangka panjang.
Bukan hanya untuk Ramadhan tahun ini, tetapi juga untuk momentum-momentum berikutnya.
Pertanyaannya bukan lagi apakah traffic akan naik. Melainkan apakah sistem yang digunakan sudah cukup siap untuk mengelolanya dengan ESB Order. Hubungi Team ESB sekarang!
SHARE