SHARE

Apa Itu Drive Thru? Kenali Konsep, Keuntungan, dan Tantangannya Sejak Awal

Sovia
Apa Itu Drive Thru

Pernah sadar nggak, kenapa sekarang banyak bisnis kuliner berlomba menghadirkan layanan cepat tanpa bikin pelanggan turun dari kendaraan? Nah, di titik inilah konsep drive thru mulai jadi bahan obrolan serius di dunia bisnis. 

Buat kamu yang lagi cari ide usaha atau mau upgrade sistem layanan, memahami drive thru dari awal bisa jadi langkah penting sebelum ambil keputusan besar. Konsep ini juga menyentuh cara pelanggan menikmati experience yang praktis. 

Apa Itu Drive Thru?

Secara sederhana, drive thru adalah layanan pembelian produk tanpa pelanggan perlu turun dari kendaraan. Pelanggan cukup memesan, membayar, lalu menerima pesanan langsung dari jalur khusus. 

Konsep ini sering ditemui di restoran cepat saji, kopi, hingga minuman siap saji. Kalau dilihat lebih dalam, drive thru bukan cuma soal kecepatan. Model ini hadir sebagai solusi dari kebutuhan konsumen modern yang ingin segalanya ringkas. 

Di sinilah pelaku bisnis melihat peluang. Waktu tunggu lebih singkat, alur layanan lebih fokus, dan potensi antrean bisa dikontrol dengan baik. 

Menariknya, konsep drive thru juga mengubah cara restoran merancang dapur, alur kerja tim, sampai sistem kasir. Jadi, drive thru adalah bagian dari strategi bisnis yang utuh.

Baca Juga: Apa itu All You Can Eat? Pengertian dan Trik Makan Banyak di Sini Biar Nggak Rugi!

Sejarah dan Perkembangan Drive Thru di Indonesia

Setelah memahami konsep dasarnya, wajar kalau kamu penasaran dari mana semua ini bermula. Secara global, drive thru populer di Amerika sejak era mobil pribadi berkembang pesat. 

Di Indonesia sendiri, konsep ini mulai dikenal luas saat jaringan restoran cepat saji internasional masuk ke kota-kota besar. Awalnya, layanan ini hanya dianggap pelengkap. 

Namun, seiring perubahan gaya hidup urban, drive thru justru berkembang jadi kebutuhan. Konsumen ingin beli makanan tanpa ribet parkir atau antre panjang. 

Dari sini, banyak brand lokal mulai mengadaptasi konsep serupa dengan sentuhan khas Indonesia.

Sekarang, drive thru nggak cuma hadir di restoran besar. Kedai kopi lokal, minuman kekinian, sampai usaha ayam geprek mulai melirik konsep ini. Artinya, model bisnis ini makin inklusif dan bisa diterapkan oleh berbagai skala usaha.

Perkembangan ini juga mendorong pelaku usaha buat lebih cermat mengelola sistem pesanan dan pembayaran. Di sinilah peran teknologi mulai terasa penting.

Cara Kerja Layanan Drive Thru di Restoran

Cara Kerja Layanan Drive Thru di Restoran

Sumber: istockphotos

Supaya semakin jelas, kita masuk ke alur kerja layanan drive thru di restoran. Biasanya, pelanggan akan melewati jalur khusus yang sudah dirancang satu arah. Di titik pertama, pelanggan melihat menu dan melakukan pemesanan.

Setelah pesanan dicatat, pelanggan melanjutkan ke proses pembayaran. Lalu, kendaraan bergerak ke titik pengambilan pesanan. Alur ini terlihat sederhana, tapi di baliknya ada koordinasi tim yang rapi.

Keberhasilan drive thru sangat bergantung pada sinkronisasi antara kasir, dapur, dan staf pengantar pesanan. Kalau salah satu tersendat, antrean bisa langsung menumpuk. 

Oleh karena itu, banyak restoran mulai mengandalkan sistem kasir digital yang terintegrasi agar alur tetap lancar.

Dengan sistem yang tepat, pesanan dari drive thru bisa langsung masuk ke dapur tanpa perlu dicatat manual. Hal ini bikin waktu tunggu lebih singkat dan kesalahan pesanan bisa ditekan.

Baca Juga: Bingung Cari Slogan Makanan? Ini 75 Inspirasi Slogan Kekinian untuk Usahamu

Kenapa Semakin Penting di Industri F&B

Setelah melihat cara kerjanya, muncul pertanyaan lanjutan. Kenapa sih drive thru makin penting di industri F&B? Jawabannya ada di perilaku konsumen. Pelanggan sekarang lebih menghargai efisiensi. 

Pelanggan ingin pesan cepat, bayar praktis, dan langsung jalan. Konsep drive thru menjawab kebutuhan itu dengan sangat relevan. Selain itu, model ini membantu restoran mengelola lonjakan pesanan di jam sibuk. 

Dengan jalur khusus, pelanggan yang ingin cepat nggak bercampur dengan pengunjung dine-in. Alur jadi lebih tertata. Dari sisi bisnis, drive thru juga membuka peluang omzet tambahan tanpa perlu menambah banyak kursi. 

Fokusnya ada di volume transaksi dan kecepatan layanan. Buat bisnis kuliner yang ingin berkembang, ini jelas jadi nilai plus. Tantangannya tentu ada. Mulai dari pengaturan lahan, desain jalur kendaraan, sampai kesiapan sistem kasir. 

Namun, kalau semua dirancang matang, manfaatnya bisa terasa dalam jangka panjang.

Tantangan yang Perlu Disiapkan Sejak Awal

Tantangan yang Perlu Disiapkan Sejak Awal

Sumber: istockphotos

Walau terlihat menjanjikan, drive thru tetap punya tantangan yang perlu kamu perhitungkan. Salah satunya adalah konsistensi kecepatan layanan. Pelanggan datang dengan ekspektasi tinggi. 

Kalau proses terlalu lama, experience bisa langsung turun. Selain itu, koordinasi tim jadi kunci. Setiap staf perlu paham perannya masing-masing. Di sinilah sistem operasional yang rapi berperan besar. 

Tanpa dukungan teknologi, risiko kesalahan pesanan bisa meningkat. Tantangan lain ada di pencatatan transaksi. Volume pesanan drive thru cenderung tinggi dalam waktu singkat. 

Kalau masih pakai sistem manual, potensi chaos jelas lebih besar. Oleh sebab itu, banyak pelaku usaha mulai mengandalkan sistem POS yang stabil dan fleksibel untuk mendukung model layanan ini.

FAQ Seputar Drive Thru

1. Apa yang dimaksud dengan drive thru?

Drive thru adalah sistem layanan di mana pelanggan bisa memesan tanpa keluar dari kendaraan. Prosesnya dilakukan melalui jalur khusus dari pemesanan sampai pengambilan makanan.

2. Kenapa konsep drive thru semakin populer?

Karena menawarkan kecepatan dan kepraktisan. Pelanggan bisa mendapatkan pesanan tanpa harus antre di dalam restoran.

3. Apa manfaat drive thru bagi operasional bisnis?

Drive thru membantu meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat alur transaksi. Selain itu, restoran tetap bisa melayani pelanggan saat area dine-in penuh.

4. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum membuka drive thru?

Bisnis perlu mempertimbangkan layout lokasi, sistem pemesanan yang efisien, serta pelatihan tim agar pelayanan tetap cepat dan akurat.

Kesimpulan

Kalau kamu rangkum dari awal, drive thru lahir dari kebutuhan konsumen modern dan berkembang jadi strategi bisnis yang relevan di industri F&B. 

Mulai dari definisi, sejarah, cara kerja, sampai tantangannya, semuanya menunjukkan satu hal penting, yaitu layanan cepat perlu sistem yang siap.

Di titik inilah teknologi jadi partner strategis. Untuk mendukung operasional drive thru yang rapi dan efisien, kamu bisa mengandalkan solusi dari ESB. 

ESB menawarkan dua solusi unggulan untuk bisnis kuliner, yaitu ESB POSLite dan ESB POS. 

Keduanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus pengalaman pelanggan. Dengan ESB POSLite, kamu bisa menikmati aplikasi kasir yang terintegrasi dengan layanan pengiriman seperti GrabFood dan GoFood. 

Sistem ini tetap berjalan meski koneksi internet kurang stabil karena data tersimpan secara lokal lalu disinkronkan. Fitur laporan penjualan, inventaris, dan pengaturan meja membantu kamu mengelola bisnis dengan lebih rapi. 

Ditambah lagi, ada insight berbasis AI yang bantu kamu membaca peluang penjualan. Sementara itu, ESB POS hadir dengan fitur lebih lengkap lewat integrasi Order Management System

Kamu bisa mengelola pesanan dari berbagai saluran dalam satu dashboard, memantau performa bisnis, dan mengelola banyak cabang dari satu platform

Dukungan ESB Order juga membantu meningkatkan jumlah pesanan secara signifikan.

Dengan dukungan sistem yang tepat, layanan drive thru bisa berjalan lebih lancar, cepat, dan minim kesalahan. 

Kalau kamu ingin bisnis kuliner berkembang di tengah persaingan yang ketat, sekarang saatnya melangkah bersama ekosistem ESB.

Hubungi tim ESB sekarang dan manfaatkan solusi ESB POS untuk bisnis kulinermu!

SHARE
Promo Kami
Inspirasi Lainnya